Magang Nasional Batch 4 2026: Syarat, Target 150.000, dan Gaji
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan Program Magang Nasional Batch 4 2026 dengan target 150.000 peserta. Pengajuan anggaran sudah diajukan ke Presiden dan masih dalam proses pembahasan di Sekretariat Negara, sehingga pelaksanaan diharapkan dimulai pada Juli 2026. Program ini membuka peluang magang bagi lulusan perguruan tinggi serta mahasiswa untuk memperkuat kompetensi dan akses kerja di seluruh provinsi.
Ringkasan program dan target
Magang Nasional bertujuan memperluas akses pelatihan, pengalaman kerja, dan informasi lowongan. Melalui ekosistem Skill Hub dan Career Hub, peserta mendapat pelatihan sekaligus akses magang di kementerian, lembaga negara, maupun perusahaan swasta.
"Sudah mengajukan ke Presiden, sedang proses di Setneg untuk pembiayaan, semoga bisa berjalan, paling tidak di Juli (2026) sudah mulai proses,"
Program ini menyasar lulusan S1 dan D3, termasuk fresh graduate. Penyelenggaraan berskala nasional sehingga menyasar semua provinsi dari Aceh hingga Papua.
Syarat pendaftaran
Persyaratan pendaftaran mengacu pada gelombang sebelumnya. Calon peserta perlu memenuhi kriteria untuk dapat diterima dan mengikuti program selama masa pemagangan.
- Lulusan perguruan tinggi program S1 atau D3
- Fresh graduate atau maksimal satu tahun sejak tanggal kelulusan
- Mampu mengikuti magang selama enam bulan
- Tidak ada batasan usia
Besaran uang saku (UMP 2026)
Kemnaker menyatakan uang saku peserta akan mengikuti kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Uang saku berfungsi sebagai dukungan biaya hidup selama pelatihan dan praktik kerja di perusahaan atau institusi. Informasi besaran mengacu pada daftar UMP provinsi tahun 2026.
Berikut daftar UMP 2026 per provinsi:
- Sumatera Utara: Rp3.228.949
- Sumatera Barat: Rp3.182.955
- Sumatera Selatan: Rp3.942.963
- Bengkulu: Rp2.827.250
- Lampung: Rp3.047.734
- Kep. Bangka Belitung: Rp4.035.000
- Kepulauan Riau: Rp3.879.520
- DKI Jakarta: Rp5.729.876
- Jawa Barat: Rp2.317.601
- Jawa Tengah: Rp2.327.386
- DI Yogyakarta: Rp2.417.495
- Jawa Timur: Rp2.446.880
- Banten: Rp3.100.881,40
- Nusa Tenggara Barat: Rp2.673.861
- Nusa Tenggara Timur: Rp2.455.898
- Kalimantan Barat: Rp3.054.552
- Kalimantan Tengah: Rp3.686.138
- Kalimantan Selatan: Rp3.725.000
- Kalimantan Timur: Rp3.762.431
- Kalimantan Utara: Rp3.775.243
- Sulawesi Utara: Rp4.002.630
- Sulawesi Tengah: Rp3.179.565
- Sulawesi Selatan: Rp3.921.088
- Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496,18
- Gorontalo: Rp3.405.144
- Sulawesi Barat: Rp3.315.934
- Maluku: Rp3.334.490
- Maluku Utara: Rp3.510.240
- Papua Barat: Rp3.841.000
- Papua: Rp4.436.283
- Papua Tengah: Rp4.285.848
- Papua Pegunungan: Rp4.508.714
- Papua Selatan: Rp4.508.100
- Papua Barat Daya: Rp3.766.000
Besaran uang saku dapat menjadi acuan sementara bagi calon peserta. Untuk informasi pendaftaran resmi dan jadwal final, calon peserta disarankan memantau pengumuman dari Kemnaker dan platform pendaftaran resmi yang diumumkan nantinya.
"Semua bidang. Jadi pemerintahan juga kita akan buka, kementerian, negara, lembaga, kemudian perusahaan juga,"
Program ini berpotensi membantu penyerapan tenaga kerja pemula dan menjembatani kebutuhan kompetensi industri. Jika proses anggaran rampung sesuai target, gelombang empat bisa menjadi kesempatan besar bagi lulusan baru mencari pengalaman kerja terstruktur di berbagai sektor.
Berita Terkait
PLN Resmikan SPKLU Tanjung Priok, Capai SPKLU ke-5.000
PLN meresmikan SPKLU Center di Tanjung Priok pada 21 Mei 2026, menandai SPKLU ke-5.000 dan memperkuat infras...
Harkitnas 2026: F-PKS Ajak Perkuat Kedaulatan dan Persatuan
F-PKS minta Harkitnas 2026 jadi momentum memperkuat persatuan dan kedaulatan, sambil mendorong kemandirian d...
Cek Status KTP: Cara Mengetahui NIK Dipakai untuk Pinjol
Pelajari cara cek apakah NIK KTP Anda dipakai untuk pengajuan pinjol lewat SLIK OJK dan aplikasi pinjol lega...
Solusi Cek PIP 2026: Atasi 'Data Tidak Ditemukan'
Jika muncul 'data tidak ditemukan' saat cek PIP 2026, ikuti langkah verifikasi NISN/NIK, konfirmasi sekolah,...
Inkopontren Targetkan Lahirkan Santripreneur dari 42 Ribu Pesantren
Inkopontren menargetkan lahirnya santripreneur dari 42 ribu pesantren untuk memperkuat ekonomi nasional dan...
Ketum Inkopontren: Pesantren Berpeluang Lahirkan Tokoh Ekonomi
Marsudi Syuhud mendorong penguatan koperasi pesantren agar santri bisa menjadi pengusaha dan tokoh ekonomi n...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!