Menbud: Museum Bisa Jadi Pusat Ekonomi Budaya Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zonekonomi budaya di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan usai orasi kebudayaan dalam peringatan Hari Museum Internasional di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026. Menurut Fadli, pengalaman negara lain menunjukkan museum tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.
Data internasional: bukti dampak ekonomi
Fadli Zon memaparkan beberapa contoh negara untuk memperlihatkan skala keuntungan ekonomis museum. Ia menyebut kontribusi sektor budaya secara global dan angka spesifik dari beberapa negara.
- Museum di Amerika Serikat menciptakan lebih dari 726 ribu lapangan kerja dan menyumbang sekitar 50 miliar dolar AS per tahun bagi perekonomian.
- Museum di Kanada memberikan manfaat sosial tahunan hingga 8,6 miliar dolar AS.
- Belanda meningkatkan kunjungan publik melalui Museumkaart, yang menghasilkan sekitar 9,6 juta kunjungan per tahun ke lebih dari 500 museum dalam satu jaringan nasional.
Selain itu, Fadli menyoroti besarnya kontribusi sektor budaya dan industri kreatif global, yakni sekitar 4,3 triliun dolar AS atau sekitar 6 persen dari ekonomi dunia.
Strategi pemerintah: Museum dan Cagar Budaya sebagai BLU
Pemerintah mendorong langkah strategis dengan membentuk Museum dan Cagar Budaya (MCB) sebagai Badam Layanan Umum atau BLU. Langkah ini bertujuan meningkatkan layanan, pengelolaan, dan kemandirian finansial museum.
Fadli menegaskan pentingnya mengembalikan pendapatan museum ke kegiatan konservasi, riset, dan edukasi. Ia menyebutkan data kunjungan dalam negeri sebagai indikator awal.
"Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan ke museum dan cagar budaya mencapai 4,3 juta pengunjung,"
"Pendapatan yang dihasilkan museum dan situs budaya harus dikembalikan untuk memperkuat konservasi, riset, edukasi publik, kualitas layanan, dan keberlanjutan warisan budaya itu sendiri,"
Inisiatif lokal: Model Museum Negeri NTB
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, memaparkan inisiatif mengubah museum menjadi penggerak ekonomi lokal. Program yang direncanakan termasuk integrasi pelaku UMKM dalam aktivitas museum.
"Kami akan melibatkan UMKM, termasuk kafe dan rumah makan di sekitar museum,"
Salah satu program unggulan adalah "Night at The Museum", yang menargetkan pembentukan kawasan penyangga ekonomi dalam radius satu kilometer. Model ini mengintegrasikan edukasi budaya dengan peluang usaha lokal.
Dampak dan prospek ke depan
Fadli berharap peningkatan jumlah kunjungan sejalan dengan peningkatan kualitas layanan museum di berbagai daerah. Transformasi museum menjadi ruang budaya yang hidup diharapkan memperkuat edukasi publik, konservasi, dan regenerasi pelaku budaya.
Jika dikelola baik, museum bisa menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan memberi manfaat langsung kepada komunitas sekitar.
Berita Terkait
MCB Luncurkan 'Rebahan di STOVIA' Ajak Milenial Rasakan Sejarah
Museum Kebangkitan Nasional luncurkan 'Rebahan di STOVIA' pada 20 Mei 2026, menawarkan pengalaman imersif as...
Polda Metro Jaya Tangkap 16 Pelaku Begal, Motif: Ekonomi & Narkoba
Polda Metro Jaya menangkap 16 pelaku begal (18–20 Mei 2026); motif utama ekonomi dan pembelian narkoba, bebe...
Alasan Ratusan Meriam Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional
Kepala Museum jelaskan ratusan meriam Joseph L. Spartz dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional untuk menon...
PLN Resmikan SPKLU Tanjung Priok, Capai SPKLU ke-5.000
PLN meresmikan SPKLU Center di Tanjung Priok pada 21 Mei 2026, menandai SPKLU ke-5.000 dan memperkuat infras...
Harkitnas 2026: F-PKS Ajak Perkuat Kedaulatan dan Persatuan
F-PKS minta Harkitnas 2026 jadi momentum memperkuat persatuan dan kedaulatan, sambil mendorong kemandirian d...
Magang Nasional Batch 4 2026: Syarat, Target 150.000, dan Gaji
Kemnaker menargetkan 150.000 peserta Magang Nasional Batch 4 2026; simak syarat pendaftaran dan daftar uang...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!