Teknologi Bikin Anak Asmat Betah Sekolah, Dinas Pendidikan: Ini Caranya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, menyatakan pemanfaatan perangkat digital meningkatkan ketertarikan siswa mengikuti pembelajaran. Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurutnya, tujuan utama penggunaan teknologi adalah membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah.
Teknologi untuk menaikkan minat sekolah
Barbalina menjelaskan perangkat digital memberi pengalaman belajar berbeda dari metode ceramah. Tampilan visual dan ragam materi membuat suasana kelas lebih menyenangkan dan interaktif. Ia berharap pendekatan ini membuat siswa lebih aktif dan berani datang ke sekolah.
“Perangkat ini digunakan untuk membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah. Yang kita fokus adalah kita membuat anak ini untuk kepingin setiap hari datang ke sekolah, itu yang paling utama,”
Disesuaikan dengan karakter lokal
Menurut Barbalina, pemanfaatan teknologi harus menyesuaikan karakter anak-anak Asmat yang aktif dan gemar belajar di alam. Ia menilai model pembelajaran yang hanya mengandalkan penjelasan guru kurang cocok bagi mereka. Oleh karena itu, perangkat perlu dipakai untuk menciptakan metode belajar kreatif dan kontekstual.
“Anak-anak kami ini paling senang itu tidak duduk saja untuk mendengar, mereka aktif. Apalagi kalau misalnya mereka biasanya itu di kampung-kampung, mereka itu senang di alam,”
Peran guru dan kesiapan teknis
Tim Teknis Direktorat SMP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Sari Nurlita, menekankan bahwa perangkat saja tidak cukup. Guru harus siap memadukan teknologi dengan konten dan strategi pembelajaran agar hasilnya optimal.
“Perangkatnya bukan hanya sebatas perangkat saja yang hadir, tetapi kita akan coba memadukan. Ada teknologinya, ada konten pembelajaran, dan juga strategi pembelajaran,”
Sari menambahkan harapannya agar teknologi menumbuhkan proses belajar yang mendalam, bermakna, serta menyenangkan. Keterlibatan aktif siswa disebutnya krusial dalam transformasi digital pembelajaran.
Dampak dan harapan ke depan
Penerapan teknologi di sekolah-sekolah kampung diharapkan menutup keterbatasan akses informasi bagi siswa. Barbalina meminta guru memanfaatkan perangkat untuk memotivasi anak yang belum terbuka dengan informasi baru. Dengan pendekatan itu, diharapkan terjadi peningkatan motivasi dan kehadiran siswa.
Pelaksanaan kegiatan advokasi ini menegaskan fokus pemerintah daerah pada digitalisasi pembelajaran di tingkat SMP. Ke depan, keberhasilan program akan bergantung pada pelatihan guru, ketersediaan konten, dan dukungan infrastruktur di wilayah terpencil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komdigi: Notifikasi Tak Cukup Lindungi Sisa Kuota Internet
Komdigi menilai notifikasi belum cukup untuk melindungi sisa kuota internet; beberapa operator masih mengand...
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...