Nasional

Kemensos Kerahkan Rp4,5 Miliar dan Tim untuk Korban Gempa NTT

Bagikan:
Tim Kemensos memobilisasi logistik dan menyiapkan pengungsian bagi korban gempa NTT

Kementerian Sosial menerjunkan personel dan memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,518 miliar untuk korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk evakuasi, asesmen, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak di beberapa kabupaten NTT.

Bantuan personel dan koordinasi di lapangan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan tim Tagana dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana segera diterjunkan ke wilayah terdampak. Mereka bekerja bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan untuk evakuasi dan pendataan.

"Semua unsur sudah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, pemerintah daerah, serta relawan bersama-sama melakukan evakuasi," kata Gus Ipul.

Bantuan logistik dan titik pengungsian

Kemensos menggerakkan logistik dari Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. Dukungan tambahan juga dimobilisasi dari Gudang Pusat Bekasi menuju wilayah terdampak.

Nilai total bantuan yang dikirim mencapai Rp4,518 miliar. Paket bantuan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga dan operasional penanganan bencana.

  • Makanan siap saji dan makanan anak
  • Tenda, selimut, dan kasur
  • Perlengkapan keluarga dan peralatan dapur umum

Kemensos juga menyiapkan beberapa lokasi pengungsian sementara. Lokasi itu antara lain Lapangan Umum Mbay serta titik aman di Maumere, Borong, dan Ruteng.

Kerusakan, korban, dan peringatan tsunami

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu siang, sekitar 2.000 jiwa terdampak gempa, dengan laporan awal satu orang meninggal dan empat orang luka-luka. Data tersebut masih dalam proses verifikasi oleh tim lapangan dan pemerintah daerah.

Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende, khususnya Mbay dan sekitarnya yang menjadi salah satu daerah paling parah.

Sebelumnya BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, sehingga warga pesisir sempat mengungsi ke tempat lebih tinggi sebelum peringatan dicabut.

Verifikasi kerusakan dan tindak lanjut

Kemensos bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum. Pendataan mencakup korban meninggal, korban luka, warga yang membutuhkan pengungsian, dan kebutuhan bantuan lanjutan.

"Tim akan terus dampingi warga. Yang perlu dievakuasi kita bantu, yang membutuhkan tempat sementara kita siapkan, kebutuhan dasarnya kita dukung," ujar Gus Ipul.

Tim Kemensos memastikan akan tetap berada di lapangan untuk menyesuaikan dukungan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi setempat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait