Lokal

Musriadi: Pendidikan Aceh Fondasi Peradaban dan Jati Diri

Bagikan:
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr. Musriadi Aswad menyampaikan pandangan tentang pendidikan Aceh

BANDA ACEH — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi peradaban Aceh dalam rilis pers yang disampaikan Kamis (3/9). Ia mengatakan pendidikan harus memadukan kecerdasan intelektual dengan penguatan karakter, nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal agar membentuk generasi berjati diri.

Pendidikan sebagai jalan peradaban

Musriadi menyatakan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan upaya membentuk akhlak dan integritas. Menurutnya, keberhasilan pendidikan akan menentukan wajah Aceh 20-30 tahun ke depan.

Pendidikan adalah jalan damai menuju peradaban yang mulia. Pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter, akhlak, integritas, dan kepedulian sosial.

Kekhususan hukum dan nilai Aceh

Musriadi mengingatkan bahwa pendidikan Aceh memiliki kekhususan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006. Ia menyinggung Pasal 216 yang menegaskan hak masyarakat Aceh memperoleh pendidikan yang berkualitas dan Islami, serta tetap menjunjung nilai Islam, budaya, kemajemukan, demokrasi, dan keadilan.

Lebih lanjut, ia menyebut amanat tersebut diperkuat oleh Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 yang telah diubah dengan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015, sehingga penyelenggaraan pendidikan di Aceh harus selaras dengan nilai lokal dan regulasi daerah.

Tantangan digital dan rekomendasi

Di tengah cepatnya perkembangan teknologi digital, Musriadi menilai tantangan pendidikan semakin kompleks. Sekolah dan madrasah perlu membangun literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika penggunaan teknologi, selain mengejar capaian akademik.

Dalam rilisnya, ia meminta langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pendidikan. Rekomendasi utama yang disorot antara lain:

  • Memperkuat pemerataan akses pendidikan ke seluruh daerah;
  • Meningkatkan kualitas dan kompetensi guru;
  • Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai;
  • Memastikan anggaran pendidikan berdampak langsung pada mutu pembelajaran.

Pendidikan adalah investasi peradaban. Kalau kita ingin melihat wajah Aceh 20 atau 30 tahun ke depan, lihatlah bagaimana kita mendidik anak-anak Aceh hari ini.

Menjaga jati diri sambil maju

Musriadi mengajak guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat bersama membangun ekosistem pendidikan yang maju namun tidak tercerabut dari akar budaya Aceh. Ia menekankan pendidikan harus modern tanpa meninggalkan nilai luhur dan cerdas tanpa kehilangan akhlak.

Bangun pendidikan Aceh yang maju tanpa kehilangan jati diri, modern tanpa meninggalkan nilai luhur, serta cerdas tanpa kehilangan akhlak. Dari pendidikan yang berkualitas, kita membangun generasi; dari generasi berkarakter, kita membangun peradaban Aceh yang mulia.

Pernyataan Musriadi disampaikan menjelang momentum peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh, yang diperingati setiap 2 September, sebagai pengingat pentingnya komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pendidikan yang bermutu dan berkarakter di provinsi itu.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait