Pendanaan Startup Indonesia Turun 49% pada 2025, Capaian Hanya USD 355 Juta
Kementerian Perindustrian mencatat pendanaan startup Indonesia merosot 49 persen pada 2025, menjadi USD 355 juta. Data ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peluncuran Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Penurunan terjadi meski pendanaan global justru meningkat sepanjang 2026.
Rinciannya: penurunan dan perbandingan tahun
Menurut Indonesia Startup Report 2026, total investasi untuk startup nasional sepanjang 2025 hanya mencapai USD 355 juta. Angka itu turun 49 persen dibandingkan 2024 yang tercatat USD 695 juta. Menteri Agus menyatakan penurunan ini menunjukkan kesulitan startup lokal menarik modal.
Indonesia Startup Report 2026 mencatat pendanaan startup nasional sepanjang 2025 hanya USD 355 juta. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya 2024, turun 49 persen yang pada tahun 2024 tercatat USD 695 juta
Posisi regional dan pangsa pasar
Data tambahan dari DealStreetAsia menunjukkan Indonesia menyumbang 6,3 persen dari total pendanaan startup di Asia Tenggara, atau sekitar USD 340 juta dari 66 transaksi. Sementara itu, Singapura masih mendominasi kawasan dengan USD 4,20 miliar melalui 283 transaksi.
Di sisi lain, platform Crunchbase melaporkan pendanaan startup global terus naik pada 2026, mencapai USD 510 miliar pada semester pertama tahun itu. Agus menyoroti ketimpangan alokasi investasi global terhadap startup Indonesia.
Ini berarti dalam satu tahun penuh, startup Indonesia hanya memperoleh kurang dari 0,1 persen. Berasal dari apa yang mengilir kepada stratrup-startup di dunia pada satu semester
Dampak dan respons pemerintah
Kementerian Perindustrian menilai kondisi ini sebagai sinyal perbaikan, bukan sekadar masalah modal. Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak startup yang memenuhi kriteria kelayakan investasi.
Kita harus melihat ini sebagai kompas, kata harus melihat ini sebagai penunjuk arah, pedoman. Kalau kita lihat, modal atau finance yang ada di dunia tidak boleh dan tidak bisa kita lihat sedang langka
Agus menekankan ketersediaan modal global masih terbuka bagi startup yang memiliki model bisnis dan kelayakan usaha yang jelas. Oleh karena itu, pemerintah mengajak pemangku kepentingan meningkatkan kualitas ekosistem startup agar menarik investor.
Prospek ke depan
Penurunan pendanaan 2025 memberi tekanan sekaligus peluang reformasi ekosistem. Fokus saat ini adalah memperbanyak startup yang siap investasi dan memperkuat daya tarik bisnis lokal di mata investor global. Implementasi kebijakan dan program akselerasi menjadi kunci menambah porsi pendanaan bagi startup Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...
Komdigi: Notifikasi Tak Cukup Lindungi Sisa Kuota Internet
Komdigi menilai notifikasi belum cukup untuk melindungi sisa kuota internet; beberapa operator masih mengand...
DJKI Perkuat Merek Kolektif untuk Perluas Akses Pasar Regional
DJKI mendorong pemanfaatan merek kolektif lewat ASEAN-HKC untuk memperluas akses pasar regional; tercatat 87...
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...