Kemenperin Perkuat Ekosistem Startup demi Transformasi Digital
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat ekosistem startup nasional untuk mempercepat transformasi digital sektor manufaktur. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peluncuran Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026. Inisiatif bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri melalui kolaborasi pemerintah, pelaku industri, investor, dan komunitas startup.
Data ekosistem dan capaian program
Kemenperin mencatat Program Startup for Industry yang berjalan sejak 2018 telah membangun sebuah ekosistem berisikan 2.577 startup. Dari jumlah tersebut, 1.740 bergerak di bidang teknologi perangkat lunak dan sekitar 640 mengembangkan perangkat keras.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total startup terdaftar | 2.577 |
| Startup teknologi | 1.740 |
| Startup perangkat keras | 640 |
Alasan percepatan dan tantangan
Agus menggarisbawahi pentingnya kualitas startup. Menurutnya, yang dibutuhkan bukan hanya jumlah, tetapi startup yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri nasional.
"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri. Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing," ujar Agus.
Ia juga menyebut beberapa indikator ekonomi yang mendukung percepatan transformasi digital. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mencapai 5,32 persen year-on-year pada triwulan II 2026. Sektor manufaktur menyumbang 39,7 persen realisasi investasi nasional dan sekitar 82 persen kontribusi ekspor pada semester I 2026.
Namun tantangan pendanaan masih nyata. Indonesia Startup Report 2026 mencatat pendanaan sepanjang 2025 sebesar USD 355 juta. Agus menekankan bahwa modal global tidak langka, melainkan yang diperlukan adalah startup dengan model bisnis kuat dan solusi yang jelas bagi industri.
Kolaborasi, agenda, dan prospek
Untuk memperkuat konektivitas antara startup dan industri, Kemenperin akan menyelenggarakan Indo Startup Expo and Forum 2026 pada 5-7 November 2026. Acara ini dirancang mempertemukan startup, industri, investor, regulator, dan komunitas.
Pada kesempatan yang sama dengan peluncuran, Kemenperin menandatangani kerja sama dengan Infineon Technologies Asia Pacific. Kolaborasi tersebut ditujukan mendukung pengembangan startup teknologi dan ekosistem semikonduktor nasional.
"Ditjen IKMA bersama PT Dayakrea Mega Pradana terus memperkuat penyelenggaraan Indo Startup Expo and Forum sebagai wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk melalui penguatan Asosiasi Startup for Industry Indonesia (Starfindo) yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan startup industri," ujar Plh. Direktur Jenderal IKMA Adie Rochmanto Pandiangan.
Kemenperin berharap kolaborasi ini mempercepat transfer teknologi, meningkatkan kompetensi SDM, dan membuka akses startup Indonesia ke rantai pasok global. Selain itu, pasar domestik yang didukung sekitar 4,43 juta industri kecil dan menengah menurut Badan Pusat Statistik dinilai menyimpan peluang besar bagi startup untuk tumbuh dan mengintegrasi layanan ke rantai nilai manufaktur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...