Nasional

Kemenhaj Operasikan Posko Pengawasan Umrah di Terminal 2F Soetta

Bagikan:
Posko pengawasan umrah di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta untuk verifikasi penyelenggara

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengoperasikan Posko Pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Posko ini berfungsi untuk menekan keberangkatan jemaah umrah ilegal dan memastikan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan bagi jemaah sejak proses keberangkatan, ujar Kasubdit Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Posko di Terminal 2F untuk meningkatkan pengawasan

Menurut Andi, pendirian posko sejalan dengan beroperasinya fasilitas khusus keberangkatan umrah di Terminal 2F. Posko akan menjadi titik verifikasi legalitas penyelenggara dan pemeriksaan dokumen perjalanan agar sesuai ketentuan.

Fokus pengawasan dan fungsi posko

Pengawasan difokuskan pada pencegahan penyelenggara tidak berizin, pemakaian dokumen yang tidak sesuai, serta praktik yang berpotensi menelantarkan jemaah. Andi menyatakan posko tidak hanya memberi informasi, tetapi juga bertindak sebagai instrumen pengawasan langsung.

"Posko Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan pengaduan. Tetapi juga menjadi instrumen pengawasan langsung kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,"

Sinergi dengan penegak hukum dan pengelola bandara

Kemenhaj akan mengoptimalkan fungsi posko melalui sinergi dengan pengelola bandara, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lain. Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menegaskan dukungan penuh aparat untuk melakukan pengawasan dan penindakan atas pelanggaran di lingkungan bandara.

"Kami siap bersinergi dengan Kemenhaj untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus melakukan pemantauan terhadap penyelenggara ibadah umrah. Sehingga masyarakat dapat berangkat beribadah dengan aman dan nyaman,"

Penambahan maskapai dan jadwal operasional

Bandara mencatat ada 14 maskapai yang akan melayani jemaah umrah sejak konsolidasi di Terminal 2F. General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyebut penambahan empat maskapai untuk operasional di Terminal Khusus Haji dan Umroh mulai 7 Agustus 2026.

Empat maskapai baru yang disebutkan Heru antara lain:

  • Ethiopian Airlines
  • SriLankan Airlines
  • Malaysia Airlines
  • Royal Brunei Airlines

Penambahan ini berlaku untuk keberangkatan dan kedatangan jamaah umrah. Dengan posko pengawasan yang aktif, otoritas berharap potensi pelanggaran bisa terdeteksi lebih cepat dan keberangkatan jemaah berlangsung lebih aman.

Ke depan, langkah-langkah koordinasi lintas instansi dan pengawasan langsung di titik keberangkatan diharapkan memperkecil celah penyelenggaraan tidak berizin dan meningkatkan perlindungan terhadap jemaah umrah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait