BKOW Sumut Sosialisasi Pencegahan Stunting untuk Remaja di Pancur Batu
MEDAN — Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Utara menggelar sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja pada Jumat (4/9) di SMK Negeri 1 Pancur Batu. Kegiatan ini diprakarsai untuk memberi wawasan gizi dan kesehatan pada pelajar sebagai persiapan menjadi orang tua di masa depan.
Kegiatan dan kolaborasi
Acara itu diselenggarakan bekerja sama dengan program pemerintah C/Q, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut. Hadir dari BKOW Sumut sejumlah pengurus dan tokoh organisasi perempuan setempat.
Peserta kegiatan antara lain Kepala SMK Negeri 1 Pancur Batu, Dra Yasmurni Zebua MSi, para pelajar dan guru sekolah tersebut. Dari instansi pemerintah hadir Hj. Fahrizar Iskandar Hasibuan sebagai Ketua Umum BKOW Sumut; Hj Rosmawati Harahap M.PSi, Ketua Pengarah Bidang Kesra dan Agama; Idau Ginting, Kepala Bidang Kesra; serta perwakilan P3AKB dan Dinas Kesehatan Sumut.
Pesan utama sosialisasi
Ketua Umum BKOW Sumut, Hj. Fahrizar Iskandar Hasibuan, menegaskan pentingnya edukasi sejak usia remaja untuk mencegah stunting. Kegiatan dimaksudkan untuk membangun pemahaman tentang penyebab dan konsekuensi stunting serta peran remaja sebagai calon orang tua.
“Mengapa perlu edukasi ini diberikan kepada remaja, supaya mereka punya pengetahuan tentang apa itu stunting, karena mereka calon orang tua dimasa depan. Agar tercipta generasi sehat bebas stunting dan persiapan generasi emas melalui gizi dan kesehatan remaja,”
Fahrizar juga berharap materi yang disampaikan dapat mendorong remaja berkontribusi aktif dalam pencegahan stunting saat mereka kelak menjadi orang tua.
Alasan fokus pada remaja dan masa 1.000 hari
Dalam paparan acara dijelaskan bahwa stunting berkaitan erat dengan kondisi gizi ibu hamil dan lingkungan yang sehat. Penanganan pada seribu hari pertama kehidupan — sejak kehamilan hingga usia 2 tahun — sangat menentukan perkembangan otak dan kecerdasan anak.
Oleh karena itu, memberikan pemahaman sejak remaja dianggap strategis agar generasi mendatang lahir sehat dan tumbuh optimal.
Respon instansi
Kadis P3AKB Sumut yang diwakili Erni Hafsari Nasution menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia berharap program sosialisasi memberi kontribusi positif pada pengetahuan dan perilaku generasi muda terkait gizi dan kesehatan reproduksi.
Hery Valona Bonatua Ambarita, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, juga terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian upaya bersama lembaga pemerintahan dan organisasi perempuan untuk menekan angka stunting melalui edukasi pada jenjang sekolah menengah kejuruan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemko Sibolga Ikuti Rakor Pemulihan Kelautan dan Pembangunan Huntap
Pemko Sibolga mengikuti rakor pemulihan kelautan dan pembangunan huntap bagi korban bencana di Sumatra, Rabu...
Kapolres Tapteng Perangi Narkoba dan Tingkatkan Patroli Pesisir
Kapolres Tapteng tegas perangi narkoba dan tingkatkan patroli pesisir; ajak masyarakat bersama mencegah pere...
Mahasiswa S2 Laporkan Pengurus UDA ke Polda Sumut soal Ijazah
Mahasiswa S2 UDA melapor ke Polda Sumut terkait penahanan ijazah meski telah melunasi pembayaran; laporan me...
Kejari Nias Selatan Cegah Penyimpangan Revitalisasi Sekolah
Kejari Nias Selatan gelar penerangan hukum untuk mencegah penyimpangan dan mengamankan proyek revitalisasi s...
Kajari Nias Selatan Lantik 8 Pejabat Eselon IV
Kajari Nias Selatan melantik delapan pejabat Eselon IV pada 20/10 untuk memperkuat organisasi dan meningkatk...
Vonis 7 Tahun untuk Pelaku KDRT di Medan
Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada Dani Sitorus atas kasus KDRT yang menyebabk...