Nasional

Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana

Bagikan:
Kegiatan pemulihan dan rehabilitasi sekolah pascabencana dengan bantuan fasilitas sementara

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Langkah ini dilakukan lewat koordinasi intensif dengan kementerian lain dan pemerintah daerah. Rapat koordinasi digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Data sekolah terdampak

Kemendikdasmen mencatat ada 4.922 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Mayoritas sekolah kini sudah kembali menyelenggarakan pembelajaran secara normal di lokasi asal.

Rinciannya, 4.828 sekolah telah kembali beroperasi di gedung asal masing-masing. Sisanya masih memanfaatkan kelas darurat dan fasilitas publik sementara untuk memastikan proses belajar tidak terhenti.

Bantuan rehabilitasi dan revitalisasi

Pemerintah telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 3.101 sekolah terdampak. Sebagian besar pelaksanaan pembangunan dilakukan melalui swakelola sekolah dengan dukungan logistik dan tenaga dari TNI AD.

"Yang terpenting anak-anak tetap belajar selama masa pemulihan berlangsung. Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan terdampak bencana,"

— Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Tantangan pemulihan

Kemendikdasmen menyebut beberapa kendala utama yang masih perlu diatasi untuk mempercepat pemulihan dan rehabilitasi pendidikan. Di antaranya adalah ketersediaan lahan relokasi sekolah serta akses ke wilayah terdampak.

  • Penyediaan lahan relokasi yang aman dan strategis.
  • Akses transportasi dan logistik ke daerah terpencil.
  • Pembangunan infrastruktur penunjang untuk pembelajaran sementara.

"Sinergi pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat selama rehabilitasi berlangsung. Pemulihan pendidikan penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana,"

— Abdul Mu'ti

Dukungan untuk tenaga pendidik

Selain memperbaiki sarana-prasarana, pemerintah juga memberikan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan terdampak. Dukungan ini ditujukan untuk menjaga kualitas layanan pembelajaran selama proses pemulihan berlangsung.

Ke depan, Kemendikdasmen menegaskan akan memperkuat koordinasi lintas lembaga dan mempercepat rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal secepat mungkin. Upaya ini dianggap krusial untuk memulihkan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat pascabencana.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait