TNI Soroti Tantangan Pancasila bagi Generasi Muda di Era Digital
Tentara Nasional Indonesia (TNI)Program TNI Menyapa, Jumat, 29 Mei 2026. Menurutnya, media sosial rentan jadi saluran penyebaran radikalisme dan hoaks, sehingga perlu penguatan pemahaman kebangsaan melalui pendidikan digital.
Ancaman di era digital
Ede menyoroti pengaruh pesat teknologi informasi terhadap pola interaksi masyarakat. Ia menilai arus informasi yang tak terfilter memperbesar risiko penyebaran narasi ekstrem dan disinformasi. Karena itu, pemahaman terhadap nilai kebangsaan dianggap krusial untuk menjaga keharmonisan sosial.
"Nilai Pancasila sangat penting bagi generasi muda menghadapi era digital saat ini. Tantangan globalisasi dan teknologi informasi terus berkembang semakin besar,"
— Letnan Kolonel Khusus Ede Aulia, Program TNI Menyapa.
Peran pendidikan dan literasi digital
Ede menegaskan pentingnya literasi digital yang kuat dan kemampuan kritis untuk memilah informasi. Ia mengimbau agar pendidikan digital menjadi bagian dari upaya memperkuat jiwa kebangsaan. Dengan demikian, anak muda dapat mengenali propaganda dan hoaks yang beredar di internet.
"Generasi muda perlu memiliki pemahaman kuat tentang nilai-nilai Pancasila. Mereka harus kritis menghadapi berbagai narasi di dunia digital,"
Ede menambahkan bahwa kemampuan kritis akan membantu pemuda bersikap bijak saat berinteraksi di platform daring.
Relevansi Pancasila dalam perkembangan zaman
Menurut Ede, Pancasila tetap relevan meskipun teknologi terus berubah. Ia melihat nilai kebangsaan sebagai fondasi untuk menjaga persatuan dalam keberagaman. Oleh karena itu, penerapan Pancasila perlu adaptif dan memakai pendekatan yang lebih modern agar dapat menjangkau generasi muda.
"Pancasila akan tetap relevan jika diterapkan sesuai perkembangan zaman modern. Nilai itu menjadi fondasi bangsa yang kuat dan bersatu,"
Implikasi dan langkah ke depan
Penekanan TNI pada penguatan Pancasila menyoroti kebutuhan kolaborasi antara militer, lembaga pendidikan, dan platform digital. Langkah konkret yang diusulkan mencakup peningkatan pendidikan kewarganegaraan berwajah digital dan program literasi yang menargetkan pemuda. Dengan demikian, diharapkan generasi muda mampu menavigasi arus informasi dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Kesimpulannya, TNI menekankan bahwa penguatan Pancasila dan literasi digital harus berjalan beriringan untuk menghadapi tantangan globalisasi dan teknologi informasi di masa depan.
Berita Terkait
Majelis Etik Bongkar Belasan Dugaan Pelanggaran Ketua Nonaktif Ombudsman
Majelis Etik Ombudsman ungkap belasan laporan dugaan pelanggaran terhadap Ketua nonaktif Hery Susanto; lapor...
BGN Larang Bangun Dapur MBG Sebelum Lolos Verifikasi
BGN melarang calon mitra membangun dapur MBG sebelum lolos verifikasi; pendaftaran via mitra.bgn.go.id dan t...
BGN Tutup Sementara Pendaftaran Mitra MBG untuk Validasi Data
BGN menutup sementara pendaftaran mitra MBG sejak 29 Mei 2026 untuk fokus validasi data nasional agar distri...
Murid Papua Apresiasi Bantuan Pendidikan untuk SMK Sorong
Murid SMK Negeri 1 Sorong berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat, termasuk perpustakaan, toilet, dan...
Kemendikdasmen Salurkan 159 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H
Kemendikdasmen menyalurkan 159 hewan kurban ke 35 provinsi saat Iduladha 1447 H, dengan total daging sekitar...
Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Fondasi Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen perkuat fondasi pendidikan bermutu lewat revitalisasi 16.167 sekolah, distribusi 288.865 IFP,...