Indonesia Gaet Investor China untuk Percepat Investasi Data Center
Jakarta. Pemerintah mengundang investor China untuk menanamkan modal pada industri data center yang berkembang pesat di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Deputi Menteri Investasi Andi Maulana pada forum kemitraan Indonesia-China pada Kamis di Jakarta, sebagai upaya menarik modal asing untuk memperkuat infrastruktur digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Proyeksi pasar dan dasar optimisme
Pasar data center domestik diperkirakan tumbuh dari $1,44 miliar pada 2025 menjadi $1,83 miliar pada 2026, dan melonjak ke $3,48 miliar pada 2031, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sekitar 13,71%, menurut proyeksi riset pasar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi digital dan kebutuhan penyimpanan data.
| Tahun | Perkiraan Nilai Pasar (USD) |
|---|---|
| 2025 | $1,44 miliar |
| 2026 | $1,83 miliar |
| 2031 | $3,48 miliar |
Alasan daya tarik
Andi menjelaskan bahwa prospek sektor ini kuat karena Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Faktor pendukung meliputi populasi muda yang "mobile-first", perluasan akses internet, dan kebijakan pemerintah yang mendorong inovasi.
"Pengembangan data center menjadi salah satu peluang investasi yang paling menjanjikan bagi Indonesia," ujar Andi Maulana.
Peran investasi China dan sektor lain yang dibidik
Pemerintah mencatat investasi dari China mencapai $38,34 miliar sepanjang 2021 hingga paruh pertama 2026, yang turut menciptakan lebih dari 500.000 pekerjaan. Dalam forum itu hadir perwakilan dari 27 perusahaan China yang tertarik mengeksplor peluang.
Selain infrastruktur digital, pemerintah juga menawarkan kesempatan investasi di industri pengolahan hilir, energi terbarukan, dan layanan kesehatan.
Upaya memperbaiki iklim investasi
Untuk mempercepat masuknya modal, pemerintah menerapkan reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan. Langkah yang ditempuh antara lain sistem perizinan berbasis risiko, penguatan platform Online Single Submission (OSS) dengan integrasi ke 28 kementerian/lembaga, serta penerapan service level agreement untuk memperjelas tenggat waktu perizinan.
Insentif yang ditawarkan
Pemerintah juga menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk menarik investor, antara lain:
- 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
- 181 kawasan industri
- Percepatan perizinan untuk proyek yang memenuhi syarat
- Tax holiday dan tax allowance
- Pembebasan bea impor untuk mesin dan bahan baku
- Super tax deduction untuk pelatihan vokasi dan penelitian & pengembangan
Dengan kombinasi prospek pasar, insentif fiskal, dan reformasi perizinan, pemerintah berharap investasi asing, khususnya dari China, dapat mempercepat pengembangan ekosistem data center nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Io, Bulan Jupiter, Terus Aktif Secara Vulkanik
Juno mendeteksi sumber panas di bawah permukaan Io, terutama di Zal Montes Patera dan ekuator, menunjukkan a...
Waspada e-Tilang Palsu: Ciri Notifikasi ETLE Resmi
Modus penipuan berkedok notifikasi ETLE marak; kenali ciri notifikasi resmi agar terhindar dari pencurian da...
Akademisi UI Kembangkan Reaktor Pirolisis AI untuk Limbah Peternakan
Akademisi UI ciptakan reaktor pirolisis AI yang ubah limbah domba jadi biochar berkualitas, berpotensi untuk...
UPNVJ Perkuat Mutu dengan Akreditasi Unggul dan Internasional
UPNVJ meningkatkan kualitas lewat akreditasi unggul dan internasional; pendaftar 2026 melebihi 22 ribu, 18 p...
ABU Mendesak Perlindungan Hak Cipta di Era AI Generatif
ABU mendesak kepastian hukum dan kompensasi bagi kreator saat AI generatif makin dipakai di penyiaran, kata...
BRIN Kembangkan Pemuliaan Purwoceng untuk Selamatkan 'Ginseng Jawa'
BRIN kembangkan pemuliaan purwoceng, tanaman obat endemik Dieng yang terancam punah; fokus pada varietas ung...