Kemenkes Dorong First Aider Teman Sebaya Cegah Gangguan Mental Remaja
Kementerian Kesehatan meluncurkan program First Aider Luka Psikologis untuk memperkuat pencegahan gangguan kesehatan mental pada remaja di sekolah. Peluncuran dan pelatihan dilakukan bersama Dharma Wanita Persatuan pada 23 Juli 2026 di Jakarta. Program ini mendorong teman sebaya memberi pertolongan awal agar gangguan mental dapat dikenali dan ditangani lebih cepat.
Mengapa fokus ke remaja?
Psikolog Klinis Sulastry Pardede menegaskan remaja adalah kelompok paling rentan terhadap tekanan emosi dan pencarian jati diri. Data yang dipaparkan menunjukkan masalah kesehatan mental cukup tinggi sejak usia dini.
“Satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental yang perlu mendapat perhatian serius. Sekitar 50 persen gangguan jiwa mulai muncul sebelum seseorang berusia 14 tahun,”
Menurut Sulastry, faktor keluarga, sekolah, dan pergaulan—termasuk tekanan media sosial—memperbesar risiko stres dan gangguan psikologis pada Generasi Z. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi kunci mencegah kondisi yang lebih berat.
Tanda awal yang perlu dikenali
Sulastry menjabarkan gejala yang sering muncul pada remaja dengan gangguan mood atau depresi. Pengenalan tanda-tanda ini menjadi bagian dari materi pelatihan First Aider.
- Sedih berkepanjangan
- Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari
- Mudah lelah dan menurun energi
- Gangguan pola tidur
- Munculnya pikiran bunuh diri
“Tanda depresi meliputi sedih berkepanjangan, kehilangan minat, mudah lelah, gangguan tidur, hingga muncul pikiran bunuh diri. Kenali gejala sejak dini agar penderita segera memperoleh penanganan tepat sebelum kondisi kesehatan mental semakin memburuk,”
Peran teman sebaya dan implementasi di sekolah
Dharma Wanita Persatuan bersama Kemenkes menerbitkan buku panduan dan menggelar pelatihan bagi siswa SMP dan SMA. Materi menekankan keterampilan mendengarkan, memberikan dukungan awal, serta merujuk ke layanan profesional jika diperlukan.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenkes, Ida Gunadi Sadikin, menilai pendekatan teman sebaya lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada sahabatnya dibanding orang tua.
“Program ini merupakan respons atas meningkatnya kasus kesehatan mental yang dialami anak dan remaja di Indonesia. Kami berharap langkah ini memperkuat upaya pencegahan sekaligus memperluas kepedulian terhadap kesehatan mental sejak usia dini,”
“Remaja lebih sering bercerita kepada teman. Melalui First Aider, masalah kesehatan mental diharapkan bisa dikenali dan ditangani lebih cepat,”
Implikasi dan langkah selanjutnya
Program First Aider diharapkan mempercepat deteksi dini dan mengurangi beban layanan kesehatan mental dengan intervensi awal di lingkungan sekolah. Keberhasilan program akan bergantung pada pelatihan berkelanjutan, dukungan guru, dan jalur rujukan ke layanan profesional.
Upaya ini juga membuka peluang penguatan kebijakan kesehatan mental remaja yang terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan fasilitas kesehatan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Pentingnya Sarapan Pagi: Manfaat untuk Energi dan Konsentrasi
Sarapan pagi memberi energi, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung metabolisme. Pilih menu seimbang untuk...
PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS: Kenali Gejala dan Penyebab
PCOS resmi berubah nama menjadi PMOS (12 Mei 2026). Ketahui gejala, penyebab, dan langkah pencegahan seperti...
Cuaca Buruk: 27.308 Balita di Bekasi Terserang Batuk 2026
Dinas Kesehatan Bekasi mencatat 27.308 balita terserang batuk sepanjang 2026; cuaca buruk dan infeksi menjad...
Tren Gaya Hidup Sehat Meningkat: Alasan dan Aktivitas Populer
Gaya hidup sehat kian populer—didorong olahraga singkat, kelas kebugaran, dan pilihan makanan clean food yan...
Menkes Targetkan Penyerapan Anggaran Kemenkes di Atas 95%
Menkes Budi Gunadi menargetkan penyerapan anggaran Kemenkes di atas 95% dengan perbaikan tata kelola dan per...
Sering Terbangun Malam Hari? Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering terbangun malam hari (middle insomnia) mengurangi kualitas tidur. Kenali penyebab, faktor pemicu, dan...