Ekonomi

IHSG Turun 1,53% Pekan 14-18 Sept 2026, Asing Catatkan Net Sell Rp1,79T

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dengan data penurunan dan indikator perdagangan mingguan

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14-18 September 2026 ditutup dengan penurunan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di 6.441, turun 1,53% dibandingkan pekan sebelumnya di level 6.541. Pergerakan ini disertai aksi jual investor asing yang mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,79 triliun pada pekan tersebut.

Ringkasan pergerakan pasar

Pelemahan IHSG diikuti penurunan sejumlah indikator pasar yang mencerminkan likuiditas menurun. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.266 triliun, atau turun 1,58% dari pekan sebelumnya. Penurunan ini menandakan nilai pasar saham domestik melemah dalam sepekan terakhir.

Data perdagangan mingguan

BEI melaporkan beberapa indikator utama menunjukkan penurunan dibanding pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian turun menjadi Rp15,22 triliun atau turun 6,95%. Rata-rata frekuensi transaksi menurun 14,73% menjadi 1,89 juta kali transaksi per hari. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 20,71% menjadi 28,61 miliar lembar saham.

  • IHSG: 6.441 (turun 1,53%)
  • Kapitalisasi pasar: Rp11.266 triliun (turun 1,58%)
  • Rata-rata nilai transaksi harian: Rp15,22 triliun (turun 6,95%)
  • Rata-rata frekuensi transaksi harian: 1,89 juta (turun 14,73%)
  • Rata-rata volume transaksi harian: 28,61 miliar lembar (turun 20,71%)
  • Penjualan bersih investor asing pekan: Rp1,79 triliun
  • Penjualan bersih asing sepanjang 2026: Rp74,36 triliun

Inisiatif BEI dan dukungan sosial

Di tengah kondisi pasar, BEI melanjutkan kegiatan korporasi dan edukasi. Pekan lalu, BEI menandatangani nota kesepahaman dengan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) untuk meningkatkan pemahaman pasar modal di kalangan perusahaan di kawasan industri. Kerja sama ini bertujuan memperluas literasi dan akses perusahaan industri ke pasar modal.

Selain itu, self-regulatory organization atau SRO menyalurkan bantuan melalui program corporate social responsibility untuk korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan yang disalurkan meliputi:

  • sembako
  • family kit dan perlengkapan ibu dan anak
  • obat-obatan
  • konektivitas internet untuk memperlancar komunikasi

Distribusi ditujukan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Implikasi dan prospek

Penurunan indikator likuiditas dan aksi jual asing memberi tekanan pada pasar jangka pendek. Pemulihan IHSG kemungkinan bergantung pada masuknya kembali modal asing dan perbaikan sentimen makro. Sementara itu, upaya edukasi BEI bersama HKI diharapkan mendorong partisipasi korporasi industri dalam pasar modal ketika kondisi membaik.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait