Ekonomi

UMKM Diminta Siapkan Stok dan Legalitas Sebelum Masuk Pasar Digital

Bagikan:
Pelaku UMKM memeriksa stok produk dan kemasan sebelum pemasaran digital

Pelaku UMKM diminta menyiapkan kapasitas produksi, stok produk, kemasan, dan legalitas sebelum memasuki pasar digital. Pernyataan ini disampaikan oleh Mubayyinudin, pendamping PLUT KUMKM Buleleng, dalam dialog di Pro 1 RRI Singaraja pada Jumat, 18 September 2026, untuk menghindari kekecewaan konsumen saat pesanan meningkat.

Kesiapan produksi dan kemasan

Mubayyinudin menekankan bahwa pemasaran digital membuka akses pasar yang lebih luas hingga berbagai daerah di Indonesia. Namun, lonjakan pesanan bisa terjadi tiba-tiba. Oleh karena itu, pelaku usaha harus memastikan stok bahan baku, stok produk, dan kualitas kemasan memadai sebelum mulai berjualan daring.

Ia menyarankan UMKM membuat perencanaan produksi dan cadangan bahan untuk menghadapi fluktuasi pesanan. Selain itu, kemasan yang baik membantu menjaga mutu produk selama pengiriman dan meningkatkan kepercayaan pembeli.

Tantangan sertifikasi dan penggunaan teknologi

Salah satu kendala yang disebutkan adalah keterbatasan pemahaman teknologi, khususnya saat mendaftar sertifikasi halal yang kini dilakukan secara daring. Pengusaha yang belum terbiasa bisa menemui hambatan saat membuat akun, menginput data bahan, atau memantau notifikasi pengajuan.

Untuk itu, Mubayyinudin mengingatkan pentingnya belajar menggunakan platform pendaftaran dan rutin memantau proses pengajuan sertifikat agar tidak tertunda.

Peran pendamping dan konsistensi usaha

Pendamping PLUT KUMKM berperan membantu pelaku usaha sejak awal proses pendaftaran hingga sertifikat diterima. Pendamping dapat mendampingi pembuatan akun, pengisian data, dan komunikasi dengan lembaga sertifikasi.

"Ketika kita sudah mulai memasarkan secara digital, kadang pesanan tidak bisa kita sangka-sangka. Jadi, kalau kita mau berjualan secara digital, pastikan dulu kita ada kesiapan stok bahan, stok produk, dan juga kemasannya harus bagus,"

Mubayyinudin juga menekankan bahwa konsistensi adalah kunci pengembangan usaha. Pelaku UMKM perlu terus belajar mengenali pasar, memanfaatkan media sosial, dan melengkapi izin usaha agar produk bisa dipasarkan lebih luas dan sesuai ketentuan.

Checklist persiapan UMKM sebelum berjualan daring

  • Perencanaan kapasitas produksi dan stok bahan
  • Peningkatan kualitas dan keamanan kemasan
  • Pendaftaran dan pemantauan sertifikasi (misal sertifikat halal)
  • Pendampingan teknis untuk penggunaan platform digital
  • Konsistensi promosi dan pemantauan pasar melalui media sosial

Persiapan menyeluruh akan membantu UMKM memanfaatkan peluang pasar digital tanpa mengorbankan reputasi. Dengan dukungan pendamping dan manajemen yang baik, usaha kecil bisa bertumbuh dan menjangkau konsumen lebih luas.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait