Mie CAI Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi lewat Inovasi
Ernawati Natsir, pemilik Mie CAI, menjelaskan strategi mempertahankan usaha saat kondisi ekonomi tidak stabil pada acara Teras UMKM Pro 4 RRI Makassar, Kamis, 17 September 2026. Ia menyebut perubahan harga bahan baku, turun-naik daya beli, dan persaingan menjadi tantangan utama, sehingga pelaku UMKM harus beradaptasi agar bisnis tetap berjalan.
Kualitas sebagai fondasi kepercayaan
Menurut Ernawati, menjaga mutu produk adalah kunci mempertahankan pelanggan. Kepuasan konsumen mendorong pembelian ulang dan rekomendasi dari mulut ke mulut.
"Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, kita sebagai pelaku UMKM harus tetap semangat, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha mencari cara agar usaha bisa bertahan. Yang penting menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, serta menyesuaikan harga dengan kondisi dan kemampuan pelanggan," ujar Ernawati Natsir, Owner Mie CAI.
Dengan fokus pada kualitas, Mie CAI berusaha mempertahankan ciri khas produknya sembari memenuhi ekspektasi konsumen yang berubah.
Inovasi produk dan pemasaran
Inovasi menjadi strategi berikutnya. Ernawati menilai pelaku UMKM harus mengamati tren selera konsumen dan menawarkan variasi yang tetap menarik tanpa kehilangan identitas produk.
Selain pengembangan menu, pemanfaatan media sosial dipakai untuk memperkenalkan produk dan menjangkau pelanggan baru. Pendekatan digital membantu usaha kecil memperluas pasar dengan biaya relatif rendah.
Manajemen keuangan yang ketat
Pengelolaan keuangan menjadi tantangan penting saat harga bahan baku berfluktuasi. Ernawati menekankan langkah-langkah praktis yang mendukung kelangsungan usaha.
- Memisahkan rekening usaha dan pribadi untuk memudahkan pengawasan cash flow.
- Menata pembelian bahan baku agar efisien dan mengurangi pemborosan.
- Meninjau harga secara berkala agar tetap kompetitif namun layak bagi usaha.
Langkah-langkah ini membantu mengurangi risiko saat terjadi penurunan daya beli atau lonjakan biaya produksi.
Dampak dan prospek bagi UMKM
Kisah Mie CAI menunjukkan bahwa bertahan bukan hanya soal menaikkan penjualan. Lebih luas, hal itu mencakup pembangunan ketahanan usaha melalui kualitas, pelayanan, inovasi, dan manajemen yang disiplin.
Dengan semangat belajar dan kemampuan beradaptasi, UMKM berpeluang tidak hanya selamat dari goncangan ekonomi, tetapi juga berkembang ketika situasi membaik.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...