Dari Seafood ke Es Teh: Kisah Arif Bangun Hello Drink
Pemilik Hello Drink, Arif Nur Hakim, beralih dari usaha kedai seafood ke bisnis minuman sejak Mei 2025 untuk mengantisipasi penurunan pengunjung. Setelah sekitar enam hingga tujuh bulan pengamatan, kedai seafood di Pantai Gopek Karangantu ditutup pada Desember 2025 dan fokus penuh berpindah ke Hello Drink.
Alasan peralihan usaha
Arif bersama istrinya memulai bisnis minuman sebagai langkah antisipasi terhadap tren pasar yang berubah. Mereka tidak menutup kedai lama secara mendadak; bisnis minuman diuji coba lebih dulu hingga menunjukkan kestabilan.
"Awal mulanya saya kan ada usaha yang lain. Karena ada feeling buat yang satu ini kayak udah enggak bisa lagi jalan, akhirnya saya siapin sebuah peralihan," ujar Arif.
Perkembangan produk dan inovasi
Pada awal berdiri, Hello Drink hanya menawarkan es teh dalam enam varian rasa. Namun setelah melihat penurunan minat, Arif dan tim menambah variasi hingga kini sekitar 12 varian.
“Awal itu enam rasa. Nah, kita lihat perkembangannya ternyata wah minatnya berkurang nih. Mungkin orang bisa dibilang bosan kali ya, rasanya itu-itu aja.
"Akhirnya kita bikin inovasi untuk nambah varian minuman," kata Arif.
Penambahan varian menjadi strategi utama untuk menarik kembali pelanggan. Selain itu, Hello Drink mempertahankan harga yang terjangkau agar produk mudah dijangkau masyarakat.
Harga dan pilihan menu
Harga yang terjangkau menjadi nilai jual penting Hello Drink. Berikut daftar harga yang ditawarkan saat ini:
- Es Teh Jumbo: Rp3.000
- Milky Series: Rp5.000 (kecil), Rp7.000 (besar)
- Boba Series: Rp6.000 (kecil), Rp8.000 (besar)
Strategi harga tersebut dimaksudkan untuk memberi kenyamanan belanja di tengah kondisi ekonomi yang membuat konsumen lebih berhati-hati.
Strategi pengembangan dan ekspansi
Hingga kini Hello Drink telah membuka dua cabang: di kawasan SD Karangantu dan Puri Delta Kasemen. Dalam mengembangkan usaha, Arif menekankan beberapa prinsip kunci.
- Melakukan riset lokasi sebelum membuka outlet.
- Menjaga kestabilan satu outlet sebelum merencanakan cabang baru.
- Tidak mudah terbawa oleh penjualan awal — menilai tren jangka menengah lebih penting.
Langkah Arif mencerminkan adaptasi UMKM terhadap perubahan perilaku konsumen dan persaingan pasar. Transformasi dari kedai seafood ke gerai minuman menunjukkan pentingnya inovasi produk dan kebijakan harga yang sesuai untuk mempertahankan pelanggan.
Pandangan Arif tentang riset lokasi dan pengujian pasar memberi pelajaran praktis bagi pelaku UMKM yang ingin melakukan pivot bisnis tanpa mengambil risiko berlebih.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...