Kolintang Siap Tampil di Paris dan Kantor UNESCO
Kolintang Indonesia akan tampil di Paris, Prancis, pada 1 Oktober 2026 dalam rangkaian agenda kebudayaan yang mencakup resepsi Kedutaan Besar Perancis, kantor UNESCO, dan sebuah akademi musik di kota tersebut. Penampilan bertujuan memperkenalkan musik etnik Minahasa sekaligus menjalankan misi diplomasi budaya setelah mendapat pengakuan dari UNESCO.
Undangan dan jadwal tampil
Agenda awal muncul dari undangan Kedutaan Besar Perancis untuk mengisi resepsi hari kemerdekaan. Seiring persiapan, undangan berkembang sehingga rombongan juga dijadwalkan tampil di kantor UNESCO dan salah satu universitas musik di Paris.
Penny Iriana Marsetio, Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN), mengatakan persiapan berlangsung sejak awal Agustus setelah menerima undangan resmi.
"Agenda awalnya adalah kami diundang oleh kedutaan Perancis untuk tampil di acara resepsi hari kemerdekaan. Namun karena kolintang telah mendapatkan inskripsi dari UNESCO, kami juga diundang ke kantor UNESCO,"
Format penampilan dan misi berbeda tiap lokasi
Komponis dan etnomusikolog Dr. Franki Raden menyatakan format pertunjukan akan disesuaikan dengan tujuan setiap agenda. Di KBRI, fokusnya bersifat diplomatik untuk memperkenalkan Indonesia dan kolintang kepada tamu internasional.
"Misalnya yang tadi sudah dicatatkan oleh Bu Penny akan main di KBRI itu lebih untuk acara-acara yang sifatnya diplomatis. Memperkenalkan selain musik kolintang, artinya juga memperkenalkan selain musik kolintang tapi juga memperkenalkan negara kita,"
Untuk penampilan di kantor UNESCO, target berbeda: menunjukkan bahwa kolintang tidak hanya sebagai musik daerah, tetapi juga mampu bersifat universal dan dimainkan dalam berbagai genre.
"Kolintang juga ditantang untuk membuktikan apa benar kolintang bisa menjadi musik dunia. Nah itu caranya adalah kita bisa memainkan segala jenis musik yang ada di dunia, itulah kehebatan kolintang,"
Personel, alat, dan persiapan
Rombongan yang berangkat ke Paris terdiri dari sembilan pemain dan satu penyanyi, didampingi Dr. Franki Raden sebagai narasumber dan pemandu musik. Menurut Penny, para pemain adalah guru-guru kolintang dan pewaris tradisi keluarga yang sudah lama mendalami instrumen ini.
Selain tampil, rombongan membawa satu set alat kolintang yang akan dititipkan pada salah satu akademi musik di Paris. Alat ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran dan studi tentang musik etnik yang menggunakan tangga nada diatonis.
"Kami juga membawa seperangkat alat yang akan kami titipkan di salah satu Akademi Musik itu. Dan tentunya itu akan menjadi penyelidikan ataupun pembelajaran sebuah musik etnik namun diatonis dan bisa bermain berbagai macam genre musik,"
Dampak dan harapan ke depan
PINKAN berharap penampilan ini memperkuat pengakuan internasional terhadap kolintang sebagai warisan budaya takbenda serta mematangkan peran para pemain sebagai pelestari. Keikutsertaan di Paris juga berpotensi membuka jalur kolaborasi akademis dan pertunjukan yang lebih luas di Eropa.
Dengan pementasan di KBRI, UNESCO, dan akademi musik, kolintang akan diuji sebagai musik yang mampu menjangkau audiens global sekaligus mengokohkan posisi budaya Minahasa di panggung dunia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Indonesia Dorong Penyebaran Investasi Pariwisata di Luar Jakarta–Bali
Pemerintah mendorong penyebaran investasi pariwisata dari Jakarta dan Bali ke 13 destinasi prioritas dan 10...
Kolintang Minahasa Bawa Diplomasi Budaya Indonesia ke UNESCO Paris
Kolintang Rhythm of Minahasa tampil di UNESCO Paris (27 Sept-3 Okt 2026) untuk misi diplomasi budaya dan mem...
Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Galeri Nasional Jakarta
Menbud Fadli Zon mengumumkan Galeri Nasional Jakarta akan direvitalisasi setelah pameran Nasirun pada 12 Sep...
Hari Programmer Sedunia: Sejarah dan Makna 13 September
Hari Programmer diperingati tiap 13 September karena hari ke-256 merepresentasikan satu byte, simbol penting...
Honda DBL West Java 2026: 207 Tim Tampil di Bogor dan Bandung
Honda DBL West Java Series 2026 digelar di Bogor dan Bandung pada September, diikuti 207 tim basket dan danc...
Pusrehab Kemhan Usulkan Hari Herbal Nasional untuk Hidupkan Jamu
Kepala Pusrehab Kemhan Markus Wibowo mengusulkan Hari Herbal Nasional untuk melestarikan jamu dan menggerakk...