India Tawarkan Bantuan Kembangkan 'Bali Baru' untuk Kurangi Tekanan Pariwisata
Jakarta. India menyatakan kesiapan membantu Indonesia mengembangkan “Bali baru”, kata duta besarnya, setelah kedua negara meluncurkan proyek konservasi bersama untuk Candi Prambanan pada kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi awal bulan ini. Tawaran itu muncul sebagai upaya mengurangi konsentrasi wisatawan di Pulau Bali dan meratakan manfaat pariwisata ke wilayah lain di Indonesia.
India siap buka destinasi baru
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyampaikan bahwa New Delhi mengetahui rencana Indonesia untuk meniru kesuksesan Bali di wilayah lain. Ia melihat peluang kerja sama pariwisata seiring perbaikan konservasi Prambanan.
"Indonesia memiliki kebijakan untuk menciptakan sepuluh Bali. Provinsi itu mengalami tekanan besar dari pariwisata, jadi idenya adalah mengurangi tekanan dengan menciptakan destinasi baru,"
"India dapat berperan besar membuka destinasi baru di Indonesia,"
Tantangan konektivitas dan kemudahan perjalanan
Chakravorty juga menyoroti kendala konektivitas meski jarak antarnegara relatif dekat. Ia berharap kemudahan pemesanan dan preferensi destinasi antarplatform perjalanan dapat dibuat lebih ramah bagi wisatawan kedua negara.
"Jika orang saling mengunjungi negara masing-masing, itu akan membuka peluang dan wawasan,"
Prambanan: potensi pariwisata religi
Candi Prambanan tidak termasuk dalam proyek New Bali yang digagas pemerintah, namun menyimpan potensi besar untuk pariwisata religi. Kompleks candi ini merupakan kawasan candi Hindu terbesar yang didedikasikan untuk Dewa Siwa di Indonesia.
"Saya yakin setelah upaya bersama dalam renovasi, jumlah wisatawan dan pemeluk agama dari India akan tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan,"
Ucap itu disampaikan Narendra Modi saat meninjau Prambanan, menyambut harapan peningkatan kunjungan dari India pasca-proyek konservasi.
Sejarah rencana dan destinasi prioritas
Konsep 10 Bali baru mulai dieksplorasi sejak masa pemerintahan Joko Widodo pada 2016. Namun pada masa pandemi 2021, pemerintah memangkas daftar prioritas menjadi lima destinasi utama.
- Borobudur
- Likupang
- Mandalika
- Danau Toba
- Labuan Bajo
Data kunjungan dan prospek
Badan Pusat Statistik melaporkan hampir 5,7% dari wisatawan internasional yang datang ke Indonesia pada Mei adalah pemegang paspor India. Pada bulan itu tercatat sekitar 1,4 juta kedatangan wisatawan mancanegara.
Selain itu, holding pariwisata negara, InJourney, mencatat Candi Prambanan menarik hampir 4.000 wisatawan India per tahun. Angka ini menunjukkan potensi kenaikan jika akses dan promosi ditingkatkan.
Dengan kolaborasi konservasi dan dukungan India, pemerintah Indonesia memiliki peluang meratakan aliran wisatawan dan mengurangi beban di Bali. Langkah selanjutnya adalah peningkatan konektivitas dan paket promosi terpadu agar tujuan baru benar-benar menarik pengunjung internasional.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Lebih dari 50% Tiket Konser Ye di Jakarta Dibeli Fans Asing
Lebih dari 52% tiket konser Ye di Jakarta ludes dibeli fans luar negeri dalam 24 jam pertama; potensi dorong...
Doulos Hope Tiba di Jakarta: Pameran Buku Terapung Sebulan
Kapal pameran Doulos Hope singgah di Jakarta 16 Sept–11 Okt 2026 dengan lebih dari 2.000 judul; tiket Rp15.0...
Indonesia Dorong Penyebaran Investasi Pariwisata di Luar Jakarta–Bali
Pemerintah mendorong penyebaran investasi pariwisata dari Jakarta dan Bali ke 13 destinasi prioritas dan 10...
Kolintang Minahasa Bawa Diplomasi Budaya Indonesia ke UNESCO Paris
Kolintang Rhythm of Minahasa tampil di UNESCO Paris (27 Sept-3 Okt 2026) untuk misi diplomasi budaya dan mem...
Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Galeri Nasional Jakarta
Menbud Fadli Zon mengumumkan Galeri Nasional Jakarta akan direvitalisasi setelah pameran Nasirun pada 12 Sep...
Hari Programmer Sedunia: Sejarah dan Makna 13 September
Hari Programmer diperingati tiap 13 September karena hari ke-256 merepresentasikan satu byte, simbol penting...