Gaya Hidup

Entourage Club Bali Dituding Diskriminasi, Minta Maaf

Bagikan:

Bali. Klub lari yang berbasis di Bali, Entourage Club, mendapat kecaman setelah banyak warga Indonesia menuduh mereka menolak pendaftar ber-awalan kode negara +62, sementara peserta asing diterima.

Awal tuduhan

Tuduhan muncul ketika pengguna X bernama Joey membagikan bahwa aplikasi pendaftaran melalui WhatsApp berkali-kali menolak nomor yang terdaftar di Indonesia. Klaim tersebut kemudian disusul oleh unggahan serupa dari banyak pengguna media sosial.

Pengalaman pelapor

Banyak pelapor mengunggah tangkapan layar proses pendaftaran, yang menunjukkan aplikasi mereka tertunda, diabaikan, atau ditolak setelah memasukkan nama dan nomor ponsel Indonesia. Beberapa mengaku berhasil diterima ketika mendaftar ulang menggunakan nomor asing dan nama bernuansa Barat.

Satu pengguna di Threads menyatakan aplikasi mereka ditunda karena memakai nama dan nomor Indonesia, sementara suaminya langsung disetujui setelah mendaftar dengan nama dan nomor asing. Klaim lain menyebut tidak ada tanggapan lanjutan setelah memasukkan nama Indonesia, meski pihak klub dikatakan tidak lagi meminta keterangan kebangsaan.

Kecurigaan seleksi berdasarkan kode negara

Publik menduga klub memfilter pendaftar berdasarkan kode negara pada nomor telepon, bukan berdasarkan kebangsaan. Hal ini diperkuat oleh beberapa pengguna yang akhirnya diterima setelah menggunakan nomor non-Indonesia.

Kritik dari ekspatriat Bali

Dua ekspatriat yang tinggal di Bali, Josh Fothergill dan Jack Ahearn, mengutuk dugaan diskriminasi tersebut dalam video bersama di Instagram. Mereka menilai praktik itu merugikan warga lokal dan memperkuat stereotip negatif terhadap warga asing.

"How do you come to someone else's country and think you have the right to do that? It's time we stand up for the Indonesian people we love,"

Mereka juga menyatakan setiap komunitas lari yang mereka selenggarakan akan terbuka untuk semua orang tanpa memandang kebangsaan.

Isu izin dan biaya kegiatan

Selain tuduhan seleksi, muncul klaim bahwa beberapa kegiatan klub mengenakan biaya bagi peserta. Hal ini memicu pertanyaan publik apakah penyelenggara telah mengurus izin yang diperlukan untuk aktivitas di jalan umum Bali.

Respon Entourage Club

Menanggapi kecaman, Entourage Club mengunggah permintaan maaf di Instagram. Mereka menyatakan tujuan komunitas selalu membangun lingkungan yang ramah tanpa memandang ras, jenis kelamin, etnis, atau kebangsaan.

"Our mission has always been to build a welcoming community"

"We apologize to anyone who was excluded, hurt, or offended"

Klub menegaskan bahwa hasil tersebut tidak pernah menjadi niat mereka dan meminta maaf khususnya kepada komunitas Indonesia yang merasa tersinggung.

Konteks dan langkah ke depan

Insiden ini memicu perdebatan soal etika komunitas internasional di Indonesia dan penggunaan ruang publik. Publik kini menunggu langkah korektif dari Entourage Club, serta klarifikasi soal prosedur pendaftaran dan izin kegiatan.

Pernyataan ekspatriat yang mengecam ditutup dengan pesan tegas agar klub itu mengubah sikap atau keluar dari Indonesia, menandai tekanan sosial yang kuat agar praktik yang diduga diskriminatif segera diatasi.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait