LPDS Luncurkan e-Learning UKW di Ulang Tahun Ke-38
Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) meluncurkan platform e-Learning untuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada peringatan ulang tahun ke-38, Jumat, 24 Juli 2026. Acara digelar di Balai Sastra H.B Jassin, Lantai 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Peluncuran dimaksudkan untuk memudahkan akses materi persiapan UKW dan pemberian e-Sertifikat kepada peserta.
Peluncuran e-Learning UKW
Kegiatan dilaksanakan dengan dihadiri sejumlah tokoh jurnalis, pimpinan media, dan penggiat jurnalistik. Platform ini menampung materi-materi uji kompetensi yang dapat diunduh dan dipelajari secara mandiri. Dengan begitu, peserta yang akan mengikuti UKW bisa mempersiapkan diri lebih baik sebelum ujian.
Tujuan dan manfaat
Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, menjelaskan e-Learning dibuat untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dalam menjangkau peserta di seluruh Indonesia. Platform memungkinkan LPDS memberikan coaching jarak jauh dan materi yang seragam kepada calon peserta UKW.
"Secara umum materi uji kompetensi wartawan bisa diunduh di website dan dipelajari. Sehingga peserta bisa mendapatkan inside hal-hal apa saja yang perlu persiapan dalam mengikuti UKW sehingga mereka lebih siap,"
Kristanto menekankan bahwa ketersediaan bahan belajar secara daring akan meningkatkan kesiapan peserta. Selain itu, peserta yang memanfaatkan platform berpeluang menerima e-Sertifikat sebagai bukti pemahaman materi.
Peluncuran buku peringatan
Bertepatan dengan ulang tahun ke-38, LPDS juga menerbitkan buku berjudul "Jejak Zaman Nilai Jurnalisme dan Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia". Buku ini memuat kisah dan peran lima perempuan penting dalam sejarah pers nasional.
- Rohana Koeddoes
- S.K. Trimurti
- Ani Idrus
- Herawati Diah
- Toety Azis
Menurut Kristanto, penerbitan buku menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah pers. Ia berharap generasi muda jurnalisme dapat belajar bahwa mendirikan dan menjalankan media memerlukan perjuangan, nilai, serta visi misi yang jelas.
"Ini buku sejarah pres, jadi setiap ulang tahun kita menerbitkan buku tentang tokoh-tokoh pers. Agar menjadi catatan sejarah bagi generasi kemudian,"
Implikasi ke depan
Dengan hadirnya e-Learning UKW, akses pelatihan dan persiapan uji kompetensi wartawan diharapkan lebih merata. Langkah ini juga memperkuat upaya pembinaan profesionalisme pers di tingkat nasional, terutama bagi calon peserta di daerah terpencil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...