LPDS Luncurkan Buku Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia
Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) meluncurkan buku berjudul Jejak Zaman Nilai Jurnalisme: Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia pada Jumat, 25 Juli 2026 di Jakarta. Buku ini mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi lima perempuan penting dalam sejarah pers Indonesia.
Isi buku dan tokoh yang diangkat
Buku tersebut mengangkat riwayat, perjuangan, dan nilai jurnalistik yang dibawa oleh masing-masing tokoh. Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, menyebutkan lima tokoh yang menjadi fokus buku, antara lain:
- Rohana Koeddoes
- S.K. Trimurti
- Ani Idrus
- Herawati Diah
- Toety Azis
Setiap profil disusun untuk menyorot bagaimana nilai, visi, dan misi mereka memengaruhi praktik jurnalistik dan perjuangan kemerdekaan pers di Indonesia.
Tujuan penerbitan
LPDS menyatakan tujuan penerbitan buku ini adalah sebagai catatan sejarah dan bahan ajar bagi generasi muda pers. Lewat dokumentasi itu, LPDS ingin menegaskan bahwa mendirikan dan menjalankan media bukan sekadar bisnis, tetapi juga memuat nilai-nilai, visi, dan misi yang harus dijaga.
"Ini buku sejarah pers, jadi setiap ulang tahun kita menerbitkan buku tentang tokoh-tokoh pers. Agar menjadi catatan sejarah bagi generasi kemudian,"
Respon dari Dewan Pers
Anggota Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, memberikan apresiasi atas inisiatif LPDS. Ia berharap publik semakin memahami peran kelima tokoh perempuan tersebut, baik dalam dunia pers maupun terhadap bangsa.
"Lewat buku ini diharapkan peran kelima tokoh perempuan ini diketahui. Bahwa kontribusi mereka bukan hanya pada dunia pers tapi juga terhadap bangsa Indonesia,"
Rangkaian kegiatan HUT LPDS
Peluncuran buku ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-38 LPDS. Selain peluncuran, LPDS menggelar diskusi mengenai peran perempuan dalam pers serta meluncurkan platform e-Learning Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Kegiatan berlangsung di Balai Sastra H.B. Jassin, Lantai 4, Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh pers dan pimpinan media massa.
Dengan penerbitan buku ini, LPDS berharap jejak tokoh perempuan dalam pers Indonesia terdokumentasi rapi dan menjadi rujukan bagi pelaku media serta generasi muda. Ke depan, dokumentasi semacam ini direncanakan berlanjut sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah pers nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...