KPK Kaitkan Korupsi Kebijakan dengan Kerusakan Hutan Kalimantan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan praktik korupsi, terutama yang menyasar kebijakan, berkontribusi pada kerusakan hutan di Kalimantan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, saat diwawancarai di Jakarta pada 19 Agustus 2026. KPK menilai masyarakat perlu lebih peka terhadap dampak korupsi yang tidak selalu tampak sebagai kerugian finansial langsung.
Kebijakan yang dikorupsi memengaruhi pengelolaan sumber daya alam
Medio menjelaskan bahwa korupsi tidak hanya berbentuk suap kecil atau proyek bernilai besar. Ada pula state capture corruption yang merusak proses pembuatan kebijakan. Menurutnya, korupsi pada level kebijakan bisa mengubah aturan tata guna lahan sehingga membuka celah bagi perusakan lingkungan.
"Yang ingin kami amplifikasi di sini adalah ketika kita bicara masalah kebijakan yang dikorupsi," ujar Medio saat berbicara pada Pro3 RRI Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia mencontohkan risiko pada regulasi tata guna lahan hutan. Jika rancangan kebijakan dimanipulasi, kata Medio, aturan yang seharusnya melindungi hutan justru dapat memberi ruang bagi praktik pembalakan liar.
"Jangan-jangan yang disebut sebagai undang-undang tata guna lahan hutan bukan justru melindungi hutan kita," kata Medio.
Youth Camp 2026: edukasi antikorupsi dan aksi pelajar
KPK memilih Kalimantan sebagai lokasi Youth Camp 2026 karena provinsi ini kaya sumber daya alam dan mengalami tekanan lingkungan. Kegiatan berlangsung di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 7-10 September 2026 dan melibatkan 116 pelajar SMA, SMK, serta sederajat dari Palangka Raya dan 13 kabupaten.
Selama kamp, peserta tidak hanya menerima materi antikorupsi, tetapi juga didorong untuk merancang proyek berbasis masalah lokal. Dua program utama yang disiapkan adalah:
- Student Integrity Project — proyek integritas yang mengangkat persoalan sederhana di lingkungan sekolah atau komunitas, misalnya mengurangi mencontek atau membangun warung kejujuran.
- Student Journalism Project — dokumentasi dan pelaporan hasil aksi untuk melatih kemampuan kritis dan komunikasi peserta.
"Hal sederhana inilah yang coba kita angkat," ujar Medio, menggambarkan tujuan proyek siswa sebagai pintu masuk membangun kesadaran integritas.
Dampak lebih luas dan peran publik
Medio menekankan bahwa pengawasan kebijakan lingkungan tidak hanya tugas pejabat. Pilihan politik masyarakat pada pemimpin daerah dan nasional juga menentukan arah pengelolaan sumber daya alam.
"Kita ingin mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih aware terhadap pilihan-pilihan mereka," kata Medio.
Data KPK yang dipaparkan dalam pembahasan menyebutkan bahwa tutupan hutan Kalimantan terus menurun sejak 1971, sehingga penguatan pengawasan publik dan pendidikan antikorupsi bagi generasi muda dinilai penting untuk mencegah kebijakan yang membuka ruang bagi kerusakan lingkungan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI, Lima Kodam Diresmikan
Presiden Prabowo jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap, 5 Okt 2026; sekaligus meresmikan lima Ko...
Tanggal 5 Oktober: HUT TNI, Hari Guru, dan Hari Meningitis
5 Oktober 2026 menandai HUT ke-81 TNI, Hari Guru Sedunia, dan Hari Meningitis Sedunia beserta sejarah dan ma...
Kementerian PU Kirim Bantuan Air Bersih untuk Pulau Palue
Kementerian PU mengirim satu mobil tangki 4.000 L dan 24 hidran umum untuk atasi kekeringan di enam desa Pul...
Susunan Acara HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, Rangkaian Lengkap
Puncak HUT ke-81 TNI berlangsung di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, meliputi upacara, penganugeraha...
BGN Aktifkan 480 Dapur SPPG, Total Capai 27.022 Unit
BGN mengaktifkan 480 dapur SPPG di 16 provinsi, menambah total jadi 27.022 unit, dengan fokus perluasan ke w...
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...