Korlantas Perkuat Komunikasi Lewat Pelatihan Public Speaking
Korlantas Polri menggelar pelatihan public speaking di Jakarta pada 19 6 21 Agustus 2026 untuk memperkuat kemampuan komunikasi personel lalu lintas. Pelatihan bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, edukasi, dan penyampaian informasi lalu lintas kepada masyarakat.
Pelatihan dan tujuan
Acara tiga hari ini diikuti sekitar 40 personel dari Mabes Polri, Ditlantas Polda, dan jajaran wilayah lainnya. Kegiatan berlangsung dengan gabungan sesi teori dan praktik untuk membangun kemampuan penyampaian informasi yang jelas dan efektif.
"Tujuannya mengedukasi personel lalu lintas, khususnya di wilayah, terkait kemampuan public speaking. Kemampuan ini membantu Polantas berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat," kata Kompol Pietriadona, Paurbinkar Subbag SDM Bagrenmin Korlantas Polri.
Materi dan metode
Selama pelatihan, peserta mendapat pembekalan psikologi komunikasi, artikulasi, intonasi, gestur, dan teknik presentasi. Materi disampaikan oleh praktisi yang beragam, termasuk psikolog, penyiar televisi, dan tim NTMC Polri.
Metode yang digunakan berupa kelas teori dipadu latihan lapangan sehingga peserta bisa langsung menerapkan teknik komunikasi yang dipelajari.
Praktik dan kunjungan
Pada hari ketiga, peserta mempraktikkan kemampuan melalui simulasi penyiaran, live report, dan pelaporan kondisi lalu lintas. Mereka juga mengunjungi Media Center NTMC Polri untuk mengamati proses produksi dan alur penyampaian informasi secara langsung.
Respons peserta dan narasumber
Presenter Andromeda Mercury menilai kemampuan komunikasi sangat penting bagi personel Korlantas, terutama saat berinteraksi dengan masyarakat.
"Saya salut dengan teman-teman Korlantas Polri karena mau terus berkembang dan meningkatkan kompetensi diri. Modal komunikasi juga penting ketika bertemu masyarakat," ujar Andromeda Mercury.
Peserta dari Polda Kalimantan Timur, Ipda Fabiola Umaida, mengatakan pelatihan membantu memahami komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Sementara Ipda Argya Firman dari Polda Sulawesi Tenggara menyatakan lebih percaya diri saat melakukan live update traffic setelah mengikuti rangkaian materi.
"Di sini kami tidak hanya belajar berbicara di depan umum tapi juga belajar berkomunikasi secara efektif dan efisien," kata Ipda Fabiola Umaida.
"Kami diajarkan membangun kepercayaan diri ketika tampil di depan, setelah mendapat materi, kami lebih santai melakukan live update traffic," ujar Ipda Argya Firman.
Evaluasi dan implikasi
Korlantas akan mengevaluasi kemampuan peserta setelah seluruh rangkaian pelatihan dan mengoptimalkannya sesuai kebutuhan organisasi. Keterampilan komunikasi ini diharapkan diterapkan di satuan kerja masing-masing untuk meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PU Kerahkan Dua Truk Tangki Padamkan Karhutla di Tanjung Selor
Kementerian PU kirim dua truk tangki 4.000 liter dan personel untuk membantu pemadaman karhutla di Tanjung S...
Pemerintah Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional
Pemerintah perkuat pemberantasan narkoba transnasional usai penggagalan 2,6 ton sabu cair di Batam; sinergi...
Kemendikdasmen Fleksibelkan Dana BOP-BOS untuk Hadapi Karhutla
Kemendikdasmen fleksibelkan penggunaan dana BOP dan BOS untuk sekolah terdampak karhutla, sambil menyiapkan...
BPOM dan Sudan Perkuat Pengawasan Obat lewat MoU
BPOM dan Sudan menindaklanjuti MoU pengawasan obat pada 19 Agustus 2026, fokus pada penguatan regulator dan...
Operasi Karhutla Kalimantan: 12.880 Personel Dikerahkan
Pemerintah kerahkan 12.880 personel gabungan untuk operasi karhutla Kalimantan; OMC dan water bombing terus...
DJSN: Banyak Nakes Belum Terlindungi Jaminan Sosial
DJSN mencatat sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan belum terlindungi jaminan kesehatan dan ketenagaker...