PU Kerahkan Dua Truk Tangki Padamkan Karhutla di Tanjung Selor
Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan personel dan dua truk tangki air untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Selimau 3, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada musim kemarau 2026. Dukungan diberikan untuk menahan sebaran api dan mempercepat proses pemadaman di lapangan.
Pengiriman personel dan sarana
Satuan Tugas Satgas Tanggap Darurat diturunkan bersama unit pelaksana teknis di Kalimantan Utara. Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara menerjunkan lima personel, sedangkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor menambah lima personel.
Kapasitas truk dan peran di lapangan
Untuk mendukung operasi, dua unit truk tangki disiagakan. Masing-masing truk memiliki kapasitas 4.000 liter air untuk suplai pemadaman di titik kebakaran. Pengiriman armada ini bertujuan memastikan pasokan air stabil selama upaya pemadaman.
Koordinasi tim gabungan
Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama instansi terkait. Tim gabungan melibatkan BPBD Kabupaten Bulungan, Polres Bulungan, Manggala Agni, serta unit Kementerian PU. Langkah ini diambil untuk memblokir penyebaran api dan melindungi permukiman sekitar.
Respons cepat dan tujuan dukungan
Kepala BPBPK Kalimantan Utara, Syafrudin, mengatakan dukungan personel dan armada merupakan respons cepat Kementerian PU untuk membantu pemerintah daerah menghadapi kondisi darurat karhutla.
"Melalui dukungan personel dan sarana prasarana yang tersedia, kami berupaya mempercepat proses pemadaman dan pengendalian api, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi,"
Penguatan kesiapsiagaan musim kemarau
Menteri PU menegaskan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan terus diperkuat selama musim kemarau 2026. Penguatan dilakukan lewat koordinasi lintas sektor dan penyediaan infrastruktur pendukung sesuai kebutuhan lapangan.
Imbas dan tindak lanjut
Penyediaan sarana dan koordinasi antar-institusi diharapkan mengurangi potensi dampak asap dan kerusakan lingkungan. Pemerintah melalui unit teknis di Kalimantan Utara memastikan dukungan penanganan tetap berjalan sesuai tugas dan kewenangan untuk melindungi masyarakat terdampak.
Langkah-langkah lanjutan akan menyesuaikan perkembangan di lapangan dengan prioritas keselamatan warga dan pemulihan lingkungan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJSN: Banyak Nakes Belum Terlindungi Jaminan Sosial
DJSN mencatat sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan belum terlindungi jaminan kesehatan dan ketenagaker...
Kemendikdasmen Dirikan Tenda Pembelajaran Darurat di NTT
Kemendikdasmen kirim tim dan siapkan tenda pembelajaran darurat di NTT agar siswa tetap belajar dengan mengu...
Bhayangkari dan Polda NTT Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa Sikka
Bhayangkari dan Polda NTT menyalurkan bantuan dan memberikan pendampingan psikososial bagi pengungsi gempa d...
Pusdokkes Polri Layani 120 Warga Korban Gempa di NTT
Pusdokkes Polri memberi layanan kesehatan gratis di posko pengungsian Reo, NTT; 120 warga telah menerima pem...
KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR di Laut
KPLP menggelar pembekalan SAR 19–21 Agustus 2026 untuk memperkuat kecepatan respon, koordinasi antarlembaga,...
Prabowo Tinjau dan Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
Presiden Prabowo bertolak ke Pontianak, 22 Agustus 2026, untuk memimpin penanganan karhutla dan membagi tuga...