Gagalkan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri, Berpotensi Pengaruhi 14 Juta
Tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton narkotika cair setelah menyergap kapal MV Ocean Porter di perairan Tanjung Balai Karimun pada Senin, 17 Agustus 2026. Operasi itu juga mengamankan 10 awak berkewarganegaraan Myanmar dan ratusan dus rokok ilegal asal China.
Operasi dan barang bukti
Petugas menemukan sebuah tangki air berisi narkotika cair seberat sekitar 2,6 ton di dalam kapal. Selain itu, petugas menemukan ratusan dus rokok ilegal yang tersimpan di kontainer kapal. Seluruh awak kapal dan barang bukti diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Respon pejabat
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyambut baik hasil operasi dan menekankan pentingnya pencegahan untuk melindungi masyarakat.
"Ini bukti bahwa kita tidak akan pernah lemah dan tidak akan pernah menurunkan semangat untuk mencegah hal-hal tersebut. Bersama-sama kita jaga kedaulatan bangsa ini,"
Djamari menyebut barang bukti tersebut berpotensi berdampak terhadap sekitar 14 juta orang. Ia menilai pencegahan jauh lebih penting daripada menanggung dampak sosial dan ekonomi akibat peredaran narkoba.
Tantangan pengawasan di Kepulauan Riau
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan wilayah Kepulauan Riau menghadapi tantangan besar karena berada di jalur perairan internasional. Ia menegaskan upaya pengawasan terus diperkuat meski ancaman sangat tinggi.
"Walaupun ancaman memang diakui sangat tinggi karena wilayah Kepri ini adalah wilayah perairan internasional. Tentunya para penyelundup selalu berusaha untuk masuk, tapi kita tidak gentar dan kita tidak akan berhenti,"
BNN meningkatkan patroli laut, memperkuat pemantauan ruang siber, dan meningkatkan pertukaran informasi antarinstansi untuk menutup celah penyelundupan.
Koordinasi antarlembaga dan langkah lanjutan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama menyatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Bea Cukai menegaskan akan memperkuat pengawasan perbatasan untuk melindungi masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya tegaskan kembali bahwa Bea Cukai akan terus berada di garis terdepan dalam menjaga perbatasan. Melindungi masyarakat, dan memastikan ekonomi nasional tumbuh dengan sehat,"
Pemerintah memastikan pemberantasan jaringan narkoba akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi antarinstansi. Seluruh proses penyidikan dan pemeriksaan berjalan untuk mengungkap jaringan di balik upaya penyelundupan ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJSN: Banyak Nakes Belum Terlindungi Jaminan Sosial
DJSN mencatat sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan belum terlindungi jaminan kesehatan dan ketenagaker...
Kemendikdasmen Dirikan Tenda Pembelajaran Darurat di NTT
Kemendikdasmen kirim tim dan siapkan tenda pembelajaran darurat di NTT agar siswa tetap belajar dengan mengu...
Bhayangkari dan Polda NTT Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa Sikka
Bhayangkari dan Polda NTT menyalurkan bantuan dan memberikan pendampingan psikososial bagi pengungsi gempa d...
Pusdokkes Polri Layani 120 Warga Korban Gempa di NTT
Pusdokkes Polri memberi layanan kesehatan gratis di posko pengungsian Reo, NTT; 120 warga telah menerima pem...
KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR di Laut
KPLP menggelar pembekalan SAR 19–21 Agustus 2026 untuk memperkuat kecepatan respon, koordinasi antarlembaga,...
Prabowo Tinjau dan Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
Presiden Prabowo bertolak ke Pontianak, 22 Agustus 2026, untuk memimpin penanganan karhutla dan membagi tuga...