Nasional

KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR di Laut

Bagikan:
Personel SAR menerima pembekalan kesiapsiagaan di perairan

Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) meningkatkan kesiapsiagaan personel Search and Rescue (SAR) untuk menghadapi kecelakaan dan kebakaran kapal di perairan. Kegiatan pembekalan berlangsung di Jakarta dan digelar pada 19–21 Agustus 2026. Tujuannya memperkuat kemampuan teknis, koordinasi antar lembaga, dan penerapan prosedur evakuasi darurat.

Tiga tantangan operasional

Plt. Direktur KPLP Triono menyoroti tiga tantangan utama dalam operasi penyelamatan di laut. Ketiga poin ini menjadi fokus peningkatan kapabilitas personel SAR.

  1. Kecepatan respon — waktu tanggap yang singkat krusial untuk menyelamatkan nyawa saat kecelakaan di lautan.
  2. Koordinasi dan komunikasi gabungan — sinergi antar KPLP, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan kapal niaga di sekitar lokasi wajib berjalan efektif.
  3. Penerapan SOP keselamatan dan evakuasi medis darurat — personel harus memiliki keterampilan teknis serta ketahanan fisik dan mental.

Alasan dan fokus latihan

Menurut Triono, insiden kebakaran dan kecelakaan kapal menjadi pengingat penting bagi pemangku kepentingan. Ia menekankan perlunya pembaruan keterampilan dan penyamaan persepsi tindakan darurat.

“Mulai dari eskalasi api yang cepat, kepulan asap beracun di ruang terbatas, kepanikan massal, hingga kondisi abandon ship. Karena itu, setiap personel harus memiliki kemampuan, kesiapan, dan pemahaman prosedur yang benar dalam menghadapi kondisi tersebut,”

Triono juga menyatakan bahwa peningkatan kapasitas tidak cukup hanya lewat rutinitas. Pembekalan harus mencakup upskilling dan latihan berkala untuk memastikan respons yang terkoordinasi.

“Peningkatan kapasitas SDM SAR tidak dapat hanya mengandalkan rutinitas harian. Kita membutuhkan upskilling atau pembaruan keterampilan serta penyamaan persepsi terhadap tindakan yang harus dilakukan secara berkala,”

Materi dan praktik lapangan

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Direktorat KPLP, dan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Selain sesi teori, peserta mengikuti praktik lapangan di Tribuana Dive Center dan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Praktik mencakup teknik pertolongan di air, penggunaan alat keselamatan, dan manajemen evakuasi dasar. Latihan bertujuan memperkuat sinergi tim SAR gabungan dan optimalisasi penerapan SOP penyelamatan.

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara tim SAR gabungan dan sarana pendukung di lapangan. Serta mengoptimalkan penerapan SOP penyelamatan, baik dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi petugas maupun dalam mengoptimalkan penyelamatan jiwa,”

Implikasi dan harapan

Direktorat KPLP berharap pembekalan tiga hari itu dapat meningkatkan profesionalisme personel SAR. Dengan kemampuan teknis dan koordinasi yang lebih baik, operasi keselamatan dan penyelamatan di laut diharapkan berjalan lebih efektif dan responsif terhadap berbagai situasi darurat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait