Nasional

Kemenhub Lepas Tim Medis Bantu Korban Gempa NTT

Bagikan:
Tim medis Balai Kesehatan Penerbangan diberangkatkan untuk bantuan korban gempa NTT

Kementerian Perhubungan melepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Ruang Mulawarman, Gedung Karsa Lantai 5, Jakarta. Tim diberangkatkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan.

Pelepasan dan tujuan penugasan

Pelepasan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai respons cepat atas bencana gempa di NTT. Tujuan utama penugasan adalah memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada korban dan meringankan beban masyarakat terdampak.

Arahan pimpinan saat pelepasan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kewajiban dan kepedulian Kementerian Perhubungan. Ia meminta para anggota tim bekerja dengan profesionalisme dan ketulusan selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Tugas yang akan Saudara-saudara jalankan bukanlah sekadar penugasan kedinasan. Ini adalah tugas kemanusiaan dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Di sela arahan, Lukman juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Ia menekankan agar tim mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kekompakan selama bertugas.

Saya juga menekankan kepada seluruh anggota tim untuk mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kekompakan tim.

Rincian tim dan logistik

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Renato Joelfian Joesaki, menyatakan kesiapan institusinya mendukung operasi Peduli Musibah Gempa NTT melalui pengerahan tim medis. Tahap awal, Balai mengirimkan dua tim medis dan akan mengirim satu tim tambahan pada penugasan berikutnya.

  • Setiap tim beranggotakan 4 orang, terdiri dari tenaga medis dan tenaga pendukung.
  • Tim dilengkapi obat-obatan dan bahan medis penting untuk pelayanan di lapangan.
  • Perlengkapan kesehatan disiapkan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

Dampak dan harapan

Kementerian Perhubungan berharap kehadiran tim medis dapat segera meringankan kondisi kesehatan masyarakat terdampak dan membantu pemulihan layanan dasar. Dukungan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam respons bencana.

Selama penugasan, tim diharapkan membangun komunikasi efektif dengan pemerintah daerah agar bantuan kesehatan tepat sasaran. Kementerian menegaskan prioritas keselamatan anggota tim dan keberlangsungan pelayanan selama operasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait