Australia-Indonesia Perkuat Riset Material Berkelanjutan dan Manufaktur
Peneliti Australia dan Indonesia menggelar forum riset di Jakarta pada 24–25 September 2026 untuk memperkuat kolaborasi pengembangan material berkelanjutan dan teknologi manufaktur maju. Kegiatan ini fokus menjajaki penerapan circular materials dari limbah plastik menjadi produk bernilai tambah untuk industri.
Rangkaian acara dan peserta
Forum bertajuk Australia-Indonesia Circular Materials & Advanced Manufacturing Engagement Program berlangsung di Le Méridien Jakarta. Kegiatan diselenggarakan pada 24–25 September 2026 dan didukung oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia.
Peserta berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari peneliti, akademisi, perwakilan pemerintah, dan pelaku industri. Institusi yang terlibat antara lain University of Southern Queensland (UniSQ), Centre for Future Materials (CFM), Jiva Catalyst Foundation, Universitas Pembangunan Jaya Bintaro, serta perwakilan Kementerian Kehutanan dan konsultan Fergi Associates.co.
Inovasi material dan temuan riset
Salah satu riset yang dipaparkan menguji pemanfaatan limbah recycled thermoplastics yang dikombinasikan dengan continuous glass fibre. Hasilnya berupa material komposit yang dapat dijadikan filamen untuk teknologi cetak tiga dimensi (3D printing).
Penelitian ini bertujuan meningkatkan performa dan nilai guna material daur ulang sehingga layak pakai untuk kebutuhan industri. Dr. Sachini Wickramasinghe, Project Lead untuk proyek Building Climate-Resilient Communities Using 3D-Printed Recycled Plastics di CFM UniSQ, menjelaskan bahwa fokus riset adalah mengembangkan material komposit berpenguat serat untuk infrastruktur sipil tahan perubahan iklim.
Sebagai negara dengan populasi besar, kita memproduksi banyak limbah plastik sekali pakai yang memicu problematika lingkungan. Melalui forum ini, kita dapat mengasimilasi hasil penelitian dari Australia ke Indonesia agar material daur ulang tidak hanya dimanfaatkan kembali, tetapi juga memiliki performa dan nilai guna yang tinggi untuk kebutuhan industri.
— Robiatul Adawiyah, mahasiswa PhD Materials Engineering UniSQ
Hari ini kita berbicara lebih dari sekadar CFM; kita membahas tantangan global dan kolaborasi yang dapat dibangun untuk mengatasinya. Acara ini menjadi platform penting untuk saling terhubung, bertukar ide, dan mengeksplorasi peluang kerja sama di masa depan.
— Prof. Allan Manalo, Director of CFM UniSQ
Kunjungan lapangan dan tantangan industri
Pada hari kedua, peserta mengunjungi fasilitas pengelolaan limbah PT Jangjo Teknologi Indonesia di Cengkareng, Jakarta Barat. Kunjungan memberi gambaran langsung penerapan teknologi pengelolaan limbah dan membuka diskusi soal tantangan teknis di lapangan.
Diskusi fokus pada bagaimana produk riset dapat ditingkatkan agar memenuhi kebutuhan industri, termasuk aspek kualitas material, kontinuitas pasokan bahan baku daur ulang, dan skalabilitas proses produksi.
Dampak dan prospek kolaborasi
Program ini mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang riset bersama. Meskipun masih tahap awal, forum membuka jalan bagi proyek kolaboratif lanjutan.
Harapannya, pengembangan circular materials tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan secara komersial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan di Indonesia dan Australia.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pelanggan Kereta Panoramic Naik 62,86% hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic melonjak 62,86% hingga Agustus 2026, dorong peluang kereta wisata setelah kunjung...
Harga Emas Galeri24 & UBS di Pegadaian Naik, 5 Okt 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik pada 5 Oktober 2026; Galeri24 Rp2.513.000/g (+Rp7.000) dan UBS...
Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2% Jadi Rp11,91 T pada 2025
Ekspor mainan Indonesia naik 8,2% pada 2025 menjadi Rp11,91 triliun; pasar utama dan program TKDN dorong pen...
Ekspor Mainan Indonesia Naik Jadi USD351,8 Juta Semester I 2026
Ekspor mainan Indonesia semester I 2026 naik ke USD351,8 juta; pemerintah dorong standar, TKDN, dan perluasa...
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 per Gram, Update 5 Okt 2026
Harga emas Antam naik Rp6.000/gram pada 5 Okt 2026; 1 gram berada di Rp2.580.000 dan buyback Rp2.386.000 per...
KAI Catat Kenaikan Penumpang di Stasiun Ujung Jan–Sep 2026
KAI mencatat kenaikan penumpang di stasiun ujung: Ketapang 615.161 dan Tanjungkarang 562.993 pergerakan pada...