Nasional

PWNU Sumsel: KH Marsudi Sosok Komplit untuk Pimpin PBNU

Bagikan:
Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumsel menyatakan dukungan kepada KH Marsudi Syuhud untuk PBNU

Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumatera Selatan, KH Syamsuddin Tubingan, menilai KH Marsudi Syuhud sebagai sosok yang komplit dan mumpuni untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan itu disampaikan menjelang Muktamar NU, dalam keterangan pers tertulis pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Menurutnya, PBNU membutuhkan pemimpin berpengalaman, komunikatif, dan berjejaring luas untuk menghadapi tantangan nasional dan internasional.

Penilaian singkat atas calon pemimpin

KH Syamsuddin mengatakan dinamika pemilihan adalah hal wajar dalam tradisi organisasi NU. Ia menekankan pentingnya memilih tokoh yang mampu melanjutkan program sebelumnya dan mendorong kemajuan organisasi. KH Marsudi disebut memenuhi kriteria tersebut karena pengalaman dan kemampuan komunikasinya.

"Sosok yang kita nantikan adalah yang bisa melanjutkan kebaikan dan program periode sebelumnya untuk kemajuan NU secara umum," ujar KH Syamsuddin Tubingan.

Alasan dukungan: pengalaman dan jejaring

KH Syamsuddin menyoroti beberapa alasan mengapa KH Marsudi layak dipertimbangkan. Pertama, pengalaman kepemimpinan yang matang. Kedua, kemampuan komunikasi yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ketiga, jaringan luas yang dianggap penting dalam diplomasi keagamaan dan kerja sama lintas negara.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang akan dihadapi NU di masa depan.

Pendidikan dan kaderisasi sebagai fokus

KH Syamsuddin juga menekankan perkembangan pendidikan NU yang pesat sebagai salah satu indikator kemajuan organisasi. Ia menyebut pendirian puluhan perguruan tinggi yang bermerek Universitas Nahdlatul Ulama sebagai bukti nyata ekspansi pendidikan NU.

"Kaderisasi kita lewat pendidikan sangat penting. Di bidang pendidikan ini sudah luar biasa, kuantitas perguruan tinggi NU bahkan sudah berkembang pesat," katanya.

Dalam konteks ini, KH Marsudi dinilai berperan pada periode kepemimpinan sebelumnya dan memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan pesantren dan pendidikan umat.

Imbauan menjelang Muktamar

Menjelang Muktamar, KH Syamsuddin mengimbau para muktamirin agar menggunakan hak suara secara bijak. Ia meminta peserta mencermati kapasitas dan rekam jejak setiap calon, termasuk aspek intelektual, emosional, dan spiritual.

"Kami berharap para peserta muktamirin pemegang hak suara dapat lebih jeli dan tepat dalam memilih pemimpin NU ke depan," ujarnya.

KH Syamsuddin menegaskan bahwa kepemimpinan berkapasitas lengkap penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan memastikan NU terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait