SMA Unggul Garuda Asah Talenta Jadi Pemain Utama Pasar Global
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan arah jangka panjang untuk membentuk talenta Indonesia yang mampu bersaing dan menjadi pemain utama di pasar dunia melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045. Pernyataan ini disampaikan oleh Ardi Findyartini, Direktur Strategi & Sistem Pembelajaran Transformatif, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Arah kebijakan jangka panjang
Kemdiktisaintek menempatkan pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi sebagai pilar utama selain kekayaan alam. Kebijakan jangka panjang tersebut bertujuan menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya inovasi dan produk bernilai tambah yang dapat menembus pasar internasional.
Landasan kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026, yang mengarahkan strategi pengembangan ekonomi kreatif hingga 2045.
Peran perguruan tinggi dan pendidikan
Menurut Ardi, perguruan tinggi berfungsi sebagai fondasi lahirnya peneliti, inovator, entrepreneur, dan talenta kreatif. Perguruan tinggi diharapkan bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan ruang untuk mengembangkan riset dan melakukan hilirisasi penemuan menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat.
"Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi menjadi ruang untuk mengembangkan talenta, menghasilkan riset, melahirkan inovasi, mengembangkan teknologi, serta mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi solusi dan nilai tambah bagi masyarakat,"
SMA Unggul Garuda: menyiapkan talenta sejak dini
Menyiapkan talenta sejak tahap sekolah menengah menjadi bagian strategis dari ekosistem tersebut. Salah satu langkah konkret adalah program SMA Unggul Garuda, yang membuka akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda bertalenta.
Program ini dirancang untuk memfasilitasi perkembangan kompetensi akademik, kreativitas, dan kemampuan riset sehingga lulusan siap melanjutkan studi tinggi atau terjun ke industri berbasiskan pengetahuan.
Diktisaintek Berdampak dan tantangan ke depan
Kemdiktisaintek menekankan pentingnya sinergi antar elemen pendidikan, sains, teknologi, riset, inovasi, dan talenta agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan meningkatkan daya saing nasional.
Langkah yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan kapasitas riset dan inovasi di perguruan tinggi;
- Pendorongan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk bernilai tambah;
- Penyediaan jalur pendidikan khusus untuk talenta muda melalui SMA Unggul Garuda;
- Peralihan paradigma dari menjadi pasar menjadi pencipta dan pelaku pasar global.
"Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar. Indonesia harus menjadi bangsa yang menciptakan, berinovasi, dan menjadi pemain utama di pasar dunia,"
Implementasi kebijakan ini menuntut koordinasi antarlembaga, dukungan investasi, serta penguatan link and match antara pendidikan dan industri. Keberhasilan program seperti SMA Unggul Garuda akan menjadi indikator kemampuan Indonesia membentuk talenta yang mampu bersaing global.
Catatan: Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menguatkan posisi Indonesia dalam perekonomian kreatif global hingga 2045.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamenkomdigi Tekankan Security by Design untuk Ancaman AI
Wamenkomdigi Nezar Patria menekankan pentingnya security by design untuk mengantisipasi penyalahgunaan AI se...
Barantin Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Dorong Produk Banten ke Dunia
Barantin melepas ekspor komoditas Banten senilai Rp40,8 miliar ke Tiongkok dan Taiwan, didorong peningkatan...
Barantin Suspend 19 Perusahaan Ekspor Sarang Walet
Barantin menangguhkan 19 perusahaan ekspor sarang walet karena kandungan aluminium melebihi standar ekspor k...
Wamenkomdigi: Risiko Pemanfaatan AI yang Semakin Canggih
Wamenkomdigi Nezar Patria memperingatkan risiko "unintended consequences" AI yang bisa mempengaruhi keputusa...
Bea Cukai Banten Musnahkan 41 Juta Rokok dan 1.739 Miras
Bea Cukai Banten memusnahkan 41 juta batang rokok ilegal dan 1.739 miras impor ilegal dari penindakan sepanj...
Menkomdigi Minta KIP Jaga Kepercayaan Publik dan Keterbukaan
Menkomdigi Meutya Hafid minta KIP menjaga kepercayaan publik lewat keterbukaan informasi akurat saat audiens...