Wamenkomdigi Tekankan Security by Design untuk Ancaman AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta penerapan security by design untuk mengantisipasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kejahatan siber. Pernyataan disampaikan di acara Kaspersky's Academic Partners Summit 2026 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Nezar menyoroti ancaman seperti deepfake dan rekayasa sosial yang membuat penipuan semakin sulit dikenali.
Ancaman AI pada Kejahatan Siber
Menurut Nezar, perkembangan Artificial Intelligence tidak hanya memperkuat pertahanan siber. Lebih jauh, teknologi yang sama juga memperluas kapabilitas pelaku kejahatan. Contoh yang disebut adalah penggunaan deepfake dan model AI canggih yang kini tersedia luas.
Akibatnya, modus penipuan menjadi lebih canggih dan sulit dideteksi oleh solusi tradisional. Kondisi ini menuntut respons yang tidak sekadar reaktif setelah serangan terjadi.
Security by Design: Keamanan Dirancang Sejak Awal
Nezar menegaskan bahwa keamanan siber harus menjadi bagian dari desain teknologi dan proses bisnis. Pendekatan ini dikenal sebagai security by design, yakni mengutamakan langkah pencegahan sejak tahap perencanaan dan pembangunan platform digital.
Kita perlu bergeser ke desain atau proses bisnis yang mengutamakan keamanan. Ini yang kita sebut sebagai security by design.
Penerapan prinsip ini mencakup pengembangan sistem, kebijakan, dan proses operasional yang membangun ketahanan sejak awal. Tujuannya mencegah eksploitasi oleh aktor jahat yang memanfaatkan inovasi AI.
Tata Kelola AI dan Implikasi Kebijakan
Untuk merespons ancaman, Kemkomdigi mendorong kerangka tata kelola keamanan AI yang kuat. Pendekatan ini dirancang agar tidak menghambat inovasi tetapi tetap menjaga akuntabilitas dan ketahanan sistem digital.
AI tidak menciptakan ancaman ini dari ketiadaan, tetapi mempercepat perkembangan, kualitas, dan jangkauannya. Tujuan kita adalah membangun kerangka kerja tata kelola keamanan AI yang komprehensif dan kuat, yang memungkinkan inovasi untuk terus maju sambil memastikan bahwa keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan dibangun sejak awal.
Rencana kebijakan dan penguatan tata kelola akan menentukan bagaimana pelaku industri, akademisi, dan regulator berkolaborasi menghadapi risiko. Pendekatan kolaboratif penting agar solusi keamanan mampu mengikuti laju perkembangan teknologi.
Dengan menempatkan keamanan sebagai bagian integral dari desain, pemerintah berharap dapat mengurangi celah eksploitasi AI sekaligus mendorong inovasi digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...