Kemendikdasmen Dirikan Tenda Pembelajaran Darurat di NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan tenda pembelajaran darurat bagi siswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil agar kegiatan belajar tetap berjalan sambil mengutamakan keselamatan siswa di tengah potensi gempa susulan. Pengiriman tim dan pembangunan tenda dimulai setelah assessment lapangan, kata Mendikdasmen pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Jakarta.
Pengiriman tim dan pembangunan tenda
Menurut keterangan resmi, Kemendikdasmen telah mengirim tim ke NTT untuk mendukung penanganan pendidikan pasca-bencana. Tim tersebut mulai membangun fasilitas sementara agar proses belajar mengajar tidak terhenti. Penyiapan tenda dilakukan secepat mungkin sambil menyesuaikan kondisi lapangan.
"Untuk NTT kami sudah mengirimkan tim dan mulai membangun tenda pembelajaran darurat untuk anak-anak sehingga mereka bisa terus belajar," ujar Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Skema pembelajaran dan prioritas keselamatan
Pelaksanaan pembelajaran akan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk risiko gempa susulan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menentukan pola pembelajaran yang aman bagi siswa terdampak bencana.
"Intinya adalah bagaimana keselamatan murid tetap kita utamakan. Sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan sepanjang tetap menjamin keselamatan," kata Mendikdasmen.
Dalam kondisi darurat, tenda berfungsi sebagai ruang belajar sementara. Selain itu, tenda memberi ruang psikososial dan layanan pendidikan dasar agar hak belajar anak tetap terpenuhi.
Fokus penanganan dan langkah lanjutan
Mendikdasmen menegaskan penanganan pendidikan di wilayah terdampak menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menentukan skema yang paling sesuai dan aman.
"Agar anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan," ucap Mendikdasmen, menegaskan komitmen menyediakan ruang belajar meski dalam kondisi darurat.
Sekalipun fokus utama saat ini adalah pemulihan darurat, pemerintah menyatakan akan terus memantau situasi dan menyesuaikan intervensi sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah selanjutnya meliputi evaluasi keamanan lokasi, penambahan fasilitas apabila diperlukan, dan pendampingan agar proses belajar berjalan efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Operasi Karhutla Kalimantan: 12.880 Personel Dikerahkan
Pemerintah kerahkan 12.880 personel gabungan untuk operasi karhutla Kalimantan; OMC dan water bombing terus...
DJSN: Banyak Nakes Belum Terlindungi Jaminan Sosial
DJSN mencatat sebagian tenaga medis dan tenaga kesehatan belum terlindungi jaminan kesehatan dan ketenagaker...
Bhayangkari dan Polda NTT Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa Sikka
Bhayangkari dan Polda NTT menyalurkan bantuan dan memberikan pendampingan psikososial bagi pengungsi gempa d...
Pusdokkes Polri Layani 120 Warga Korban Gempa di NTT
Pusdokkes Polri memberi layanan kesehatan gratis di posko pengungsian Reo, NTT; 120 warga telah menerima pem...
KPLP Perkuat Kesiapsiagaan Personel SAR di Laut
KPLP menggelar pembekalan SAR 19–21 Agustus 2026 untuk memperkuat kecepatan respon, koordinasi antarlembaga,...
Prabowo Tinjau dan Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
Presiden Prabowo bertolak ke Pontianak, 22 Agustus 2026, untuk memimpin penanganan karhutla dan membagi tuga...