Nasional

Operasi Karhutla Kalimantan: 12.880 Personel Dikerahkan

Bagikan:
Petugas memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan dengan water bombing dan operasi darat

Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memasuki hari ke-48 dengan penguatan personel dan taktik. Pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk memadamkan titik api di lima provinsi dan melindungi masyarakat terdampak.

Penguatan personel dan logistik

Personel itu berasal dari berbagai unsur: Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan unit terkait lainnya. Pengiriman personel ditargetkan ke daerah terdampak berat seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

  • Manggala Agni: 758 personel tersebar di lima provinsi
  • Skema BKO menyiapkan 45 personel tambahan dari wilayah lain
  • Dukungan logistik meliputi rotasi petugas, peralatan, posko, dan layanan kesehatan

Distribusi Manggala Agni tercatat: 265 di Kalimantan Barat, 208 di Kalimantan Tengah, 174 di Kalimantan Selatan, dan 111 di Kalimantan Timur.

Strategi pemadaman: darat, udara, dan OMC

Tim melakukan pemadaman lewat jalur darat dan udara. Pendekatan disesuaikan dengan karakter lokasi, terutama lahan gambut yang memerlukan usaha lebih keras dan waktu lebih lama.

“Penanganan di wilayah gambut lebih kompleks karena membutuhkan waktu lebih lama memastikan api benar-benar padam. Patroli dan water bombing dari udara juga terus dilakukan.”

— Yudho Shekti Mustiko, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, dalam keterangan tertulis, 22 Agustus 2026.

Selain itu, operasi cuaca dilaksanakan untuk meningkatkan peluang hujan. Tim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 45 penerbangan dengan total 45 ton bahan semai, disemai pada awan yang memenuhi syarat.

Luas area terbakar per provinsi

Data sementara menunjukkan sebaran luas terbakar berbeda antarprovinsi. Rinciannya sebagai berikut:

Provinsi Luas Terbakar (hektare)
Kalimantan Barat 38.319
Kalimantan Selatan 8.019
Kalimantan Tengah 7.635
Kalimantan Timur 2.715
Kalimantan Utara 400

Perlindungan masyarakat dan keselamatan personel

Selain fokus pemadaman, operasi juga menitikberatkan perlindungan warga dan keselamatan petugas. Upaya mencakup penyediaan sumur bor sementara untuk sumber air dekat titik pemadaman serta layanan kesehatan bagi personel lapangan.

“Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. Karena yang paling utama melindungi masyarakat dan mencegah api meluas.”

— Dwi Januanto Nugroho, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan.

Pemerintah meminta masyarakat menghindari aktivitas berisiko memicu kebakaran dan segera melaporkan indikasi api. Pelaporan dini dinilai krusial agar titik api bisa ditangani sebelum meluas dan berdampak lebih luas.

Dengan komposisi personel yang diperkuat, dukungan udara lewat OMC dan water bombing, serta penguatan logistik, operasi diharapkan dapat terus menekan penyebaran api. Namun upaya ini masih menuntut koordinasi intensif dan partisipasi masyarakat untuk mengurangi risiko berulang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait