Olahraga

FIFA Sanksi Berat Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia

Bagikan:
Ilustrasi sanksi FIFA setelah kericuhan final Piala Dunia 2026

FIFA menjatuhkan sanksi kepada tiga pemain Timnas Argentina terkait kericuhan seusai final Piala Dunia 2026 di Stadion New Jersey, 20 Juli 2026. Hukuman paling berat diberikan kepada Leandro Paredes: larangan bermain 10 pertandingan dan denda 90.000 dolar AS, menyusul insiden fisik terhadap pemain Spanyol.

Sanksi untuk pemain

Komite disipliner FIFA menilai tindakan pemain Argentina setelah pertandingan melanggar peraturan kode etik. Selain Paredes, Nahuel Molina dan Thiago Almada juga menerima hukuman berbeda.

Pemain Hukuman Denda Alasan
Leandro Paredes 10 pertandingan 90.000 USD Terlibat fisik: mencekik Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi
Nahuel Molina 7 pertandingan 90.000 USD Keterlibatan dalam insiden pascapertandingan
Thiago Almada 1 pertandingan 30.000 USD Pelanggaran terkait kericuhan

Kronologi singkat insiden

Kericuhan terjadi segera setelah peluit akhir pertandingan. Menurut laporan pertandingan, Paredes terlibat benturan fisik dengan Eric Garcia dan kemudian menjatuhkan Gavi ke tanah. Kejadian itu dipicu suasana tegang setelah gol penentu Ferran Torres membawa Spanyol juara.

Denda untuk federasi dan sanksi bagi Spanyol

Selain hukuman individu, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dikenai denda 110.000 dolar AS atas beberapa pelanggaran selama turnamen. Salah satu pelanggaran melibatkan penampilan spanduk bernuansa politik mengenai Kepulauan Falkland, yang dilarang oleh aturan FIFA.

Di pihak Spanyol, pemain Gavi juga menerima sanksi: larangan tampil satu pertandingan. Gavi akan absen saat Spanyol menghadapi Inggris di Wembley pada 26 September.

Implikasi bagi Argentina

Hukuman Paredes termasuk salah satu yang paling berat dalam sejarah Piala Dunia, sebanding dengan sanksi terhadap Luis Suárez pada 2014. Dengan larangan 10 pertandingan, Paredes berpotensi absen sekitar satu tahun; kalender FIFA menunjukkan Argentina memiliki 10 laga hingga Juni 2027.

Hukuman ini merubah rencana rotasi dan skuad Argentina untuk pemanggilan internasional mendatang. Selain itu, denda bagi AFA menjadi pengingat bagi federasi terkait penerapan aturan non-politik di lapangan.

Akibat hasil akhir di New Jersey — kemenangan Spanyol lewat gol Ferran Torres pada 20 Juli — ambisi Argentina untuk meraih gelar back-to-back harus tertunda, sementara konsekuensi disipliner masih akan memengaruhi tim nasional dalam jangka pendek.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait