Nasional

Kemendikdasmen Fleksibelkan Dana BOP-BOS untuk Hadapi Karhutla

Bagikan:
Sekolah terdampak kabut asap karhutla dengan siswa dan masker di halaman sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka fleksibilitas penggunaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Langkah itu diumumkan pada 21 Agustus 2026 untuk memenuhi kebutuhan darurat akibat kabut asap sekaligus memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi.

Fleksibilitas anggaran untuk kebutuhan darurat

Kemendikdasmen memperbolehkan penggunaan dana BOP dan BOS lebih luwes untuk kebutuhan darurat, seperti pengadaan masker medis dan paket kesehatan. Kebijakan ini dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat segera merespons kondisi darurat tanpa menunggu mekanisme birokrasi panjang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas. Kemendikdasmen siap bergerak cepat bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga proses pembelajaran dan pemulihan pascabencana.

Penegasan protokol dan posko pendidikan darurat

Sebagai penguatan, Kemendikdasmen akan memperbarui Surat Edaran Menteri yang menegaskan protokol pembelajaran darurat saat kabut asap. Selanjutnya, Posko Pendidikan Darurat Karhutla akan diaktifkan di lima provinsi prioritas untuk memperkuat koordinasi penanganan pendidikan.

Dengan posko terpusat, kementerian berharap distribusi bantuan dan informasi operasional dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Pelaporan harian dan pemantauan ISPU

Status pembelajaran akan dilaporkan setiap hari melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memantau kondisi satuan pendidikan. Pemantauan situasi juga direncanakan hingga akhir September dengan mengacu pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian.

Pelaporan harian dan pemantauan ISPU dimaksudkan agar kebijakan pembelajaran dapat disesuaikan cepat sesuai tingkat pencemaran udara.

Bantuan kesehatan, ruang kelas aman, dan dukungan psikososial

Kemendikdasmen menyiapkan bantuan masker medis, paket kesehatan, modul pembelajaran, serta ruang kelas aman asap di sekolah rujukan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran. Selain itu, pelayanan psikososial disediakan bagi warga sekolah yang terdampak kondisi bencana.

Dukungan ini diarahkan tidak hanya untuk aspek fisik, tetapi juga pemulihan emosional dan kelanjutan hak belajar siswa.

"Kami memastikan murid terdampak karhutla tidak kehilangan hak belajar,"

Semua langkah ini ditempuh untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga hak belajar siswa. Ke depan Kemendikdasmen akan terus memantau dan menyesuaikan respons kebijakan bila kondisi lapangan berubah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait