Ekraf Siapkan Pelatihan AI untuk 10 Ribu Pencari Kerja
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyiapkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi 10 ribu pencari kerja bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Program diumumkan pada Workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026, dan bertujuan meningkatkan keterampilan serta membuka peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK dan pekerja terdampak PHK.
Program dan sasaran
Pelatihan menyasar lulusan SMA dan SMK yang belum bekerja serta pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Materi disiapkan agar relevan dengan kebutuhan industri melalui penggabungan kurikulum kedua kementerian.
Pilot di Bekasi dan rencana pengembangan
Tri Wahyudi, Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf, menyampaikan program dimulai sebagai proyek percontohan di Bekasi. Tahap awal melibatkan 500 peserta yang akan dilatih di Balai Latihan Kerja (BLK) Bekasi, kemudian dievaluasi sebelum dilanjutkan ke skala nasional.
"Jadi pelatihan di Kemenaker mengoperasikan kolaborasi untuk mendukung lulusan SMA/SMK yang belum bekerja dan juga yang terdampak PHK. Nah, tujuannya agar mereka mendapatkan pekerjaan dengan pelatihan yang kita berikan,"
Tri menegaskan pilot ini menjadi dasar pengembangan kurikulum bersama. Setelah uji coba, program akan diperluas untuk mencakup tambahan 9.500 peserta di seluruh Indonesia karena Kemenaker memiliki jaringan BLK nasional.
"Ini juga akan kita pilot project dulu 500 orang di BLK Bekasi, dan nanti kita lihat seperti apa kurikulumnya. Setelah itu kita akan mengembangkan yang 9.500 tadi, untuk di seluruh Indonesia, karena Kemenaker punya BLK di seluruh Indonesia,"
Tujuan dan dampak
Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, menilai penguasaan AI menjadi kebutuhan karena teknologi ini akan memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan. Ekraf mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mempelajari dan menerapkan AI agar produktivitas dan daya saing meningkat.
"Kita tentunya harus siap. Itulah kenapa ekonomi kreatif juga mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI, mempelajari, dan menerapkan,"
Dengan memadukan kurikulum Kemenaker dan Ekraf, program bertujuan memberikan keterampilan teknis sekaligus kemampuan aplikatif yang dibutuhkan industri kreatif. Inisiatif ini diharapkan memperluas kesempatan kerja, menyiapkan talenta digital yang relevan, serta membantu menutup kesenjangan keterampilan di pasar tenaga kerja.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...