Nasional

Kemenhub Dorong Transformasi Pelabuhan Hijau dan Cerdas

Bagikan:
Ilustrasi pelabuhan hijau dan cerdas dengan kontainer dan fasilitas digital

Kementerian Perhubungan mendorong transformasi pelabuhan nasional menuju green and smart port untuk memperkuat sistem logistik, memperlancar distribusi pangan, dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Inisiatif ini disampaikan pada acara Green and Smart Port Initiatives – ASRI 2026 di Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026.

Program ASRI dan tujuannya

Kemenhub menghadirkan program ASRI — singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah — sebagai kerangka kerja transformasi pelabuhan. Program ini menggabungkan aspek keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan.

Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan upaya ini bertujuan menjadikan pelabuhan lebih hijau, cerdas, dan kompetitif.

"Kami terus mendorong transformasi pelabuhan nasional melalui pengembangan green and smart port yang berkelanjutan,"

Fokus kebijakan: lingkungan, digitalisasi, efisiensi

Langkah konkret program ASRI meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, serta digitalisasi operasional. Integrasi sistem logistik menjadi salah satu titik penting agar proses bongkar muat hingga distribusi lebih cepat dan andal.

Dengan penguatan tersebut, pelabuhan diharapkan mampu menopang distribusi pangan secara efisien dan membantu menjaga stabilitas pasokan di seluruh daerah.

Penghargaan Green and Smart Port 2026

Sebagai bentuk apresiasi, Kemenhub kembali menyelenggarakan penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026. Sejak 2019 hingga 2025, sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen green and smart port.

Pada 2026, terdapat delapan pelabuhan yang menerima penghargaan. Penerima penghargaan adalah:

  • PT Petrokimia Gresik
  • PT Pupuk Kalimantan Timur
  • PT Krakatau Bandar Samudera
  • PT Vale Indonesia
  • PT Pelindo Petikemas – TPK Banjarmasin
  • PT Indonesia Kendaraan Terminal
  • PT Pelindo Multi Terminal – Branch Tanjung Intan
  • Terminal Petikemas Bitung

Dampak terhadap ketahanan pangan dan logistik

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pelabuhan berperan strategis lebih dari sekadar tempat bongkar muat. Ia menyebut pelabuhan sebagai simpul utama sistem logistik pangan yang menghubungkan sentra produksi hingga daerah konsumsi.

"Pelabuhan menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi, hingga daerah konsumsi. Sehingga sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan,"

Zulkifli menegaskan transformasi logistik harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan ke depan dan memperkuat daya saing nasional.

Langkah selanjutnya

Kemenhub mengajak pelabuhan lain untuk mengikuti gerakan ASRI sehingga target program nasional dapat tercapai dan nilai-nilai keberlanjutan juga diterapkan pada moda transportasi lain. Implementasi yang konsisten diharapkan mempercepat tercapainya pelabuhan yang hijau, cerdas, dan efisien.

Transformasi ini menjadi bagian integral dari upaya memperkuat sistem logistik nasional dan memastikan distribusi pangan yang cepat, aman, dan merata.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait