Airlangga Dorong Kelanjutan Twin Countries Twin Parks dengan Tiongkok
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao di Shanghai pada 17 Juli 2026 untuk membahas kelanjutan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, khususnya kerangka Twin Countries Twin Parks (TCTP). Pertemuan menekankan percepatan tindak lanjut Nota Kesepahaman menjadi investasi nyata dan pembentukan joint venture agar manfaat ekonomi terasa lebih konkret.
Dorongan konkret untuk tindak lanjut MoU
Airlangga menegaskan perlunya percepatan implementasi nota-nota kesepahaman yang telah ditandatangani. Hingga kini tercatat 30 Nota Kesepahaman dengan estimasi investasi sekitar Rp37,1 triliun. Kerangka TCTP difokuskan pada pengembangan kawasan industri dan komersial di beberapa lokasi, termasuk kawasan industri Batang, Jawa Tengah.
“Berbagai Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” ujar Menko Airlangga.
Fokus pengembangan kawasan dan Batang
Pengembangan kawasan seperti Batang mendapat perhatian khusus. Pemerintah berharap perluasan kawasan TCTP membuka lebih banyak peluang investasi industri dan lapangan kerja. Airlangga menyatakan bahwa peningkatan kapasitas dan fasilitas di Batang perlu terus dilakukan untuk menarik investor berorientasi ekspor.
“Pengembangan industri di Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan,” ucap Menko Airlangga.
Tantangan operasional dan penyetaraan fasilitas
Meski ada kemajuan, pertemuan juga mengidentifikasi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keberadaan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus dan meminta fasilitas yang setara.
“Perusahaan-perusahaan tersebut, juga menginginkan fasilitas yang setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus,” ujar Menko Airlangga.
Pemerintah mendorong penyelarasan nilai perdagangan bilateral dan aturan fasilitas agar manfaat lebih seimbang bagi kedua negara.
Perluasan akses pasar dan peran mitra strategis
Indonesia berharap mendapatkan perluasan akses pasar bagi produk domestik ke Tiongkok. Di sisi lain, Indonesia akan meningkatkan ekspor bernilai tambah melalui hilirisasi dan investasi berorientasi ekspor. Dalam kerangka itu, perusahaan pelat merah seperti Danantara Indonesia diharapkan menjadi mitra strategis untuk memperkuat rantai pasok, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja.
Data perdagangan dan investasi
Hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok menunjukkan tren penguatan dalam beberapa tahun terakhir. Berikut ringkasan data utama:
| Indikator | Nilai/Periode |
|---|---|
| Total perdagangan | USD 154,6 miliar (2025) |
| Tren pertumbuhan perdagangan | 7,24% (2021–2025) |
| Realisasi investasi RRT | Hampir USD 8,1 miliar (2025) ~13% dari total PMA |
| Jumlah MoU TCTP | 30 MoU; estimasi Rp37,1 triliun |
Pemerintah dan mitra Tiongkok sepakat memperkuat langkah konkret untuk menerjemahkan nota kesepahaman menjadi proyek investasi. Langkah selanjutnya disebut akan melibatkan pembahasan teknis, pembentukan joint venture, dan penyesuaian kebijakan untuk memperlancar realisasi proyek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...