Penumpang Kereta di Sumatra Naik 11,35% pada Semester I 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 3.818.770 pelanggan di wilayah Sumatra selama semester pertama 2026, naik 11,35% dibanding periode sama tahun lalu. Data kinerja angkutan penumpang ini dilaporkan pada 18 Juli 2026 dan menunjukkan kenaikan pada seluruh divisi regional di Pulau Sumatra.
Angka per divisi dan sebaran penumpang
Kenaikan volume penumpang tercatat merata di semua Divisi Regional atau Divre di Sumatra. Berikut rinciannya:
| Divisi Regional | Jumlah Penumpang (Semester I 2026) |
|---|---|
| Divre I Sumatra Utara | 1.390.985 |
| Divre II Sumatra Barat | 1.142.466 |
| Divre III Palembang | 603.967 |
| Divre IV Tanjungkarang | 681.352 |
| Total Sumatra | 3.818.770 |
Alasan peningkatan dan peran kereta api
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa kereta api semakin berperan dalam aktivitas harian masyarakat. Moda ini dipakai untuk bekerja, pendidikan, berdagang, mengunjungi keluarga, hingga berwisata. Ia menekankan pentingnya keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan layanan.
Kereta api menjadi bagian dari aktivitas masyarakat untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, menjalankan kegiatan usaha, mengunjungi keluarga, serta berwisata. Setiap wilayah memiliki karakter perjalanan yang berbeda dan seluruhnya perlu dilayani dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, serta kenyamanan
Anne juga menjelaskan fungsi jaringan rel yang menghubungkan permukiman dengan fasilitas penting seperti fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, bandara, dan destinasi wisata. Ada pelanggan yang menggunakan kereta setiap hari dan ada pula yang memilihnya untuk perjalanan antarkota atau rekreasi keluarga.
Data nasional dan upaya peningkatan layanan
Secara nasional, volume penumpang kereta jarak jauh dan lokal meningkat 8,7%, dari 27.463.553 menjadi 29.858.243 penumpang pada semester pertama 2026.
Kenaikan pelanggan di seluruh Divre Sumatra menjadi dorongan untuk terus menjaga layanan yang aman, andal, nyaman, dan mudah digunakan. Penguatan perkeretaapian juga membutuhkan kerja bersama agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah
Ucapan di atas disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya saat memaparkan langkah peningkatan mutu layanan. Fokus KAI meliputi penyediaan kapasitas yang memadai dan jadwal teratur untuk mendukung akses sosial ekonomi regional.
Implikasi dan prospek
Kenaikan penumpang di Sumatra memberi sinyal permintaan transportasi rel yang kuat. Untuk menjaga pertumbuhan, KAI perlu melanjutkan peningkatan frekuensi, kapasitas, dan kualitas layanan. Kolaborasi lintas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai penting agar manfaat perkeretaapian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...