Ekonomi

Pedagang Buah Potong Raup Jutaan per Hari di Subulussalam

Bagikan:
Pedagang buah potong menjual cup buah segar di Lapangan Sadakata Subulussalam

Seorang pedagang buah potong di Lapangan Sadakata, Kota Subulussalam, Aceh berhasil meraih omzet hingga jutaan rupiah per hari dengan menjual kombinasi buah segar dan bumbu khas yang diminati warga setempat.

Menu dan strategi penjualan

Lapak buah potong milik Angel menawarkan paduan nanas, semangka, jambu, melon, dan campuran bumbu khas. Menu sederhana itu disajikan dalam cup praktis sehingga mudah dinikmati warga yang bersantai di sekitar lapangan.

Selain rasa, harga menjadi daya tarik utama. Dengan banderol mulai Rp5.000 per cup, produk ini menjadi pilihan camilan sehat yang terjangkau bagi berbagai kalangan.

Omzet, waktu puncak, dan data penjualan

Menurut pemiliknya, penjualan cenderung stabil pada hari biasa, tetapi meningkat pesat saat sore dan pada hari libur. Lonjakan pembeli paling signifikan terjadi saat akhir pekan.

"Alhamdulillah, kalau hari biasa penjualan stabil, tapi kalau sudah masuk weekend (akhir pekan) ramainya bisa berkali-kali lipat. Bisa sampai 200 cup lebih yang terjual,"

Angka tersebut menunjukkan kemampuan usaha kecil untuk menghasilkan omzet signifikan hanya dalam satu titik lokasi publik. Pada puncak akhir pekan, jumlah transaksi harian bisa mendorong pendapatan hingga mencapai jutaan rupiah.

Reaksi pasar dan potensi UMKM lokal

Antusiasme warga menandakan bahwa camilan sehat dengan harga terjangkau memiliki pasar yang kuat di Subulussalam. Lokasi strategis di area publik seperti Lapangan Sadakata juga berperan besar dalam menarik pelanggan, terutama pengunjung yang menikmati suasana sore.

Model penjualan ini memberi contoh bagi pelaku UMKM kuliner lokal: kombinasi produk berkualitas, harga kompetitif, dan lokasi yang tepat bisa menjadi kunci keberhasilan.

Saran bagi pengunjung

Bagi warga atau wisatawan yang berada di Kota Subulussalam, lapak buah potong di Lapangan Sadakata direkomendasikan sebagai pilihan camilan sehat saat bersantai. Pelayanan ramah dan variasi buah membuat pengalaman menikmati sore lebih menyegarkan.

Catatan: Data penjualan yang dikutip berasal dari pernyataan pemilik usaha pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait