Kabul Budiono Raih Doktor Manajemen Pendidikan
M. Kabul Budiono resmi meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan dengan predikat Sangat Memuaskan setelah menjalani sidang terbuka di Universitas Pakuan, Bogor. Kelulusan itu diumumkan pada proses sidang yang menyorot disertasi tentang pendidikan karakter melalui perpaduan cerita wayang dan media baru. Penelitian ini melibatkan guru dari lima SMK di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Sidang dan fokus disertasi
Sidang terbuka Program Doktor di Universitas Pakuan menjadi momen penetapan kelulusan Kabul. Ketua sidang, Prof. Didik Notosudjono, memaparkan fokus penelitian yang diangkat Kabul. Disertasi memadukan nilai tradisi wayang dengan teknologi komunikasi untuk mendukung pendidikan karakter di sekolah.
Disertasi ini memadukan cerita wayang dan media baru untuk meningkatkan pendidikan karakter. Penelitian melibatkan guru lima SMK di Banyumas sebagai responden
— Prof. Didik Notosudjono, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.
Metode dan analisis
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods untuk memperkuat validitas temuan. Analisis data memadukan SEM-PLS dan SITOREM secara terpadu. Kombinasi metode ini dirancang untuk menguji hubungan antarvariabel sekaligus menangkap wawasan kualitatif dari praktik guru.
Responden dan lokasi
Studi melibatkan guru dari lima SMK di Kabupaten Banyumas sebagai responden utama. Pilihan lokasi mempertimbangkan karakter budaya dan potensi integrasi cerita wayang dalam pembelajaran. Hasil penelitian diharapkan relevan bagi sekolah vokasi dengan latar budaya lokal kuat.
Dukungan institusi dan harapan pengembangan
Rektor Universitas Indraprasta PGRI memberikan apresiasi atas penyelesaian studi Kabul dalam waktu kurang dari tiga tahun. Program beasiswa kampus bagi dosen disebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik.
- Sekarang: Pimpinan Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Indraprasta PGRI
- Sebelumnya: Direktur Program dan Berita RRI
- Juga pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas TVRI
Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Sinergi budaya, teknologi, dan pendidikan membentuk generasi berkarakter, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan global
— M. Kabul Budiono.
Kabul menyatakan harapannya agar disertasi dikembangkan menjadi buku referensi dan bahan pelatihan bagi guru. Model yang diusulkan diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis bukti ilmiah. Implementasi tersebut dinilai penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...