Tuchel Ambil Tanggung Jawab Usai Inggris Kalah dari Argentina
Thomas Tuchel mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan timnas Inggris melaju ke final Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers jelang laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis di Stadion Miami, Minggu, 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.
Tuchel akui keputusan taktikal adalah tanggung jawabnya
Pelatih berkebangsaan Jerman itu menegaskan tidak menyesali pilihan taktikal sepanjang semifinal, meski Inggris kalah 2-1 dari Argentina. Ia menyatakan semua keputusan dibuat demi memberi peluang menang bagi tim.
"Kalau Anda membutuhkan seseorang untuk disalahkan, saya yang bertanggung jawab. Saya pelatih kepala dan itu memang tanggung jawab saya,"
Perubahan formasi dan evaluasi taktik
Tuchel menjelaskan pergantian ke formasi lima bek diterapkan untuk meredam tekanan Argentina. Namun langkah itu tidak efektif menghentikan umpan silang dan pergerakan lawan yang akhirnya membalikkan keadaan.
Ia juga mengungkapkan alasan menempatkan Harry Kane bermain lebih dalam. Keputusan itu muncul karena Inggris menerapkan blok rendah untuk mempertahankan keunggulan, tetapi menurut Tuchel, tim tampil kurang agresif saat ditekan.
"Mengapa kami bertahan dengan blok rendah? Ya, memang seperti itulah cara bertahan ketika menggunakan blok pertahanan, kami tidak cukup aktif,"
Kondisi fisik dan dampaknya pada performa
Pelatih mantan klub-klub elite itu menyebut faktor kebugaran pemain turut memengaruhi penampilan di babak semifinal. Dua laga sebelumnya melawan Meksiko dan Norwegia, kata Tuchel, menguras tenaga lebih dari perkiraan.
"Para pemain benar-benar memberikan segalanya di setiap pertandingan. Jika data fisik menurun, pasti ada penyebabnya," ujarnya. Ia menilai periode padat pertandingan menjadi salah satu penyebab menurunnya intensitas saat menit-menit akhir.
Kritik eksternal terhadap pendekatan Inggris
Selain pengakuan dari Tuchel, muncul juga kritik dari figur publik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertanyakan keputusan menempatkan Kane lebih fokus pada tugas bertahan ketika Inggris memimpin.
"Saya pikir mereka mungkin membuat kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan. Mereka unggul, lalu menempatkan pemain terbaiknya untuk bertahan,"
Komentar tersebut disampaikan pada acara terkait turnamen di Trump Tower pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Prospek ke depan
Tuchel menilai kekalahan ini menjadi luka yang harus diproses seluruh skuad. Ia memastikan tim akan bangkit dan terus mengejar level tim-tim terbaik dunia, termasuk pada pertandingan perebutan peringkat ketiga kontra Prancis.
Tim Inggris kini dihadapkan pada tugas memperbaiki intensitas pressing dan rotasi pemain agar kebugaran tidak lagi menjadi penghambat pada fase krusial turnamen.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Iva Jovic Pertahankan Gelar di Guadalajara, Kalahkan Stearns
Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara Open setelah menaklukkan Peyton Stearns 6-4, 6-2 pada 20 Septembe...
Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Teqball Indonesia di Asian Games
Yoga Ardika Putra meraih medali perunggu teqball Asian Games 2026 di Nagoya pada 20 September 2026, menambah...
Menpora Apresiasi Penampilan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memuji penampilan Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan...
Wushu Seraf Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar menyumbang medali perunggu pertama Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada nomor...
Putri Indonesia Menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026
Tim bulutangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026 dan langsung lolos ke babak ber...
Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026, Bidik Emas
Sumaya melaju ke final teqball Asian Games 2026 di Nagoya dan akan hadapi Wai Khin Hnin; kelolosan ini memas...