AS-Kanada-Meksiko Klaim Sukses Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Jakarta. Duta besar dan pejabat dari Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menyatakan keberhasilan bersama sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 setelah menyelenggarakan rangkaian pertandingan dalam sebulan terakhir. Pernyataan itu disampaikan saat acara pers dan pertandingan persahabatan dengan diplomat Indonesia pada Sabtu lalu.
Rekap singkat: apa, siapa, kapan, di mana
Ketiga negara tetangga tersebut berbagi agenda penyelenggaraan turnamen, dengan sebagian besar laga berlangsung di AS. Kanada menjadi tuan rumah beberapa pertandingan di kota Toronto dan Vancouver, sementara Meksiko juga mendapat pujian atas keramahan publik terhadap suporter internasional.
Angka dan dampak penyelenggaraan
Menurut perwakilan Kedutaan Kanada, total kehadiran penonton mencapai angka tinggi, menegaskan keberhasilan penyelenggaraan dari sisi logistik dan atmosfer stadion.
- Jumlah penonton: Lebih dari 625.000 orang hadir.
- Jumlah pertandingan di Kanada: Sekitar 13 laga di Toronto dan Vancouver.
- Mayoritas pertandingan: Berlangsung di Amerika Serikat, dengan partisipasi tuan rumah gabungan.
Pernyataan pejabat
"Meskipun tim Amerika tidak masuk ke final, saya pikir kami benar-benar menang dari segi penyelenggaraan dengan menghadirkan pertandingan yang luar biasa bersama-sama,"
— Joy M Sakurai, Chargé d’Affaires a.i. Kedutaan AS
"Lebih dari 625.000 penonton datang ke kota-kota tuan rumah kami. Kita berhasil membantu menciptakan kenangan tak terlupakan bagi para penonton,"
— Juan-Pablo Valdes, Kepala Urusan Publik Kedutaan Kanada
"Kami menunjukkan kepada dunia bahwa tiga negara bersama-sama bisa menjadi tuan rumah terbaik. Orang Meksiko sangat menyukai pengunjung; setiap tim non-Meksiko merasa disambut seperti keluarga,"
— Francisco de la Torre Galindo, Duta Besar Meksiko
Final dan respons penonton
Final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol dijadwalkan berlangsung pekan depan di MetLife Stadium. Banyak penggemar sepak bola Indonesia diperkirakan akan melakukan nonton bareng sampai larut atau begadang untuk menyaksikan laga puncak ini.
Para pejabat menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal angka, melainkan juga soal kerja sama lintas negara. Mereka menyebut pengalaman bersama ini sebagai contoh model penyelenggaraan skala besar yang membutuhkan koordinasi, keamanan, dan keramahan publik.
Prospek ke depan: Model tuan rumah gabungan dipandang dapat meninggalkan warisan infrastruktur dan pengalaman acara yang bermanfaat bagi ketiga negara. Namun, pejabat juga mengakui kebutuhan evaluasi untuk perbaikan logistik dan pengalaman penonton pada penyelenggaraan besar di masa mendatang.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Hari Ular Sedunia 2026: Sejarah, Peran, dan Ancaman Ular
Hari Ular Sedunia diperingati 16 Juli untuk edukasi peran ular, mengurangi stigma, dan dorong konservasi hab...
16 Juli: Hari Ular Sedunia dan Hari Apresiasi Kecerdasan Buatan
16 Juli diperingati sebagai World Snake Day untuk pelestarian ular dan Artificial Intelligence Appreciation...
Penumpang Whoosh Naik 26% Selama Libur Sekolah, 573.780 Orang
Whoosh angkut 573.780 penumpang saat libur sekolah (13 Juni–12 Juli), naik 26,5% dengan puncak 23.408 penump...
Wisata Domestik Dorong Pemulihan Pariwisata Indonesia 2026
Lonjakan wisatawan domestik Mei 2026 mendongkrak pemulihan pariwisata Indonesia, tetapi pemulihan berkelanju...
15 Juli 2026: Hari Keterampilan Pemuda, Berbagi, dan Keamanan Hewan
15 Juli 2026 diperingati sebagai Hari Keterampilan Pemuda, Hari Memberi Sesuatu, dan Hari Keamanan Kebakaran...
Hari Kebaya Nasional Ke-3: Perempuan Perkuat Pelestarian Kebaya
Organisasi perempuan dan komunitas budaya memperkuat pelestarian kebaya menjelang Hari Kebaya Nasional Ke-3...