Sihir Tanah Kubur Andalkan Mitos Lokal untuk Tarik Penonton
CEO Show Token Akshay Melwani meyakini film Sihir Tanah Kubur berpeluang besar menarik penonton karena mengangkat budaya dan mitos lokal Banyuwangi. Pernyataan itu disampaikan sebelum premiere film di Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026.
Relevansi budaya sebagai strategi
Menurut Akshay, keberhasilan film horor sering ditentukan oleh keterkaitan cerita dengan kehidupan masyarakat. Ia menilai pendekatan yang relevan membuat tema horor lebih mudah diterima penonton Indonesia. Ia juga mengutip capaian film sebelumnya, Cerita Lila, yang berhasil menembus satu juta penonton sebagai alasan dukungan berkelanjutan terhadap produksi lokal.
“Ini tentang budaya, tentang mitos yang kita lihat dari Banyuwangi, tentang ‘Makam Wurung’. Saya pikir kalau proyek kaya gini lebih relate kepada orang Indonesia,”
Respons penonton dan komunitas
Akshay menyampaikan respons awal terhadap penayangan khusus sangat positif. Ia menyebut tidak hanya penonton tradisional yang hadir, tetapi juga kelompok Generasi Z dan komunitas kripto yang menunjukkan perhatian pada film ini.
“Bukan hanya penonton tradisional yang datang, tetapi juga komunitas Generasi Z dan komunitas kripto. Dan menurut saya, sambutan yang diterima sangat, sangat baik,”
Sinopsis singkat
Sihir Tanah Kubur berkisah tentang Yusuf, seorang ustaz, yang menghadapi serangkaian peristiwa gaib setelah meninggalnya ibunya. Kondisi memburuk saat adiknya, Ashar, memindahkan makam sang ibu sesuai pesan terakhir. Tindakan itu memunculkan Makam Wurung yang dipercaya membawa bencana.
Misteri berkembang menjadi gangguan mistis yang menyebar di desa. Peristiwa itu memicu kematian misterius, kerasukan, dan konflik yang mengguncang keluarga dan warga. Yusuf bersama Gema dan Naya berusaha menyingkap asal teror sebelum kekuatan jahat semakin menguasai keadaan.
Dukungan produksi dan tujuan global
Film produksi MVP Pictures bersama Show Token disutradarai oleh Jero Point. Akshay menegaskan komitmen Show Token untuk terus mendukung produksi konten Indonesia yang dekat dengan masyarakat.
“Tujuannya di sini adalah untuk membawa film-film Indonesia ke kancah global, ke panggung dunia. Makanya, untuk saat ini kita mendukung konten Indonesia agar masyarakat Indonesia bisa mewujudkan impian mereka,”
Dengan menggabungkan elemen budaya, mitos lokal, dan pemasaran yang menyasar berbagai komunitas, tim produksi berharap Sihir Tanah Kubur tidak hanya sukses di dalam negeri tetapi juga memberi nilai tambah bagi perfilman Indonesia di panggung internasional.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
No Na Rilis 'Star', Angkat Identitas Indonesia lewat Island Pop
No Na merilis 'Star' pada 18 Sep 2026, memadukan pop modern, referensi gamelan, dan nuansa tropis sebagai pe...
Film Horor Indonesia Meluncur di IHFFM 2026, Tayang di Melbourne
IHFFM 2026 diumumkan di Jakarta; festival memutar film horor bertema mitologi Indonesia di The Capitol, Melb...
Rekomendasi Film Adaptasi Gim, Termasuk Resident Evil (2026)
Tujuh rekomendasi film adaptasi gim untuk ditonton, termasuk Resident Evil yang tayang di Indonesia 16 Septe...
Produser Janji Bangun Rumah Singgah Jika Film Istimewa Capai 1 Juta
Produser film Istimewa berjanji membangun Rumah Singgah di tiap provinsi jika film mencapai satu juta penont...
Netflix Produksi Narnia: The Magician’s Nephew, Rilis Feb 2027
Netflix produksi film Narnia karya C. S. Lewis, sutradara Greta Gerwig; rilis bioskop 12 Feb 2027 dan tayang...
The Scandal Tayang di Netflix: Romansa Berbahaya di Era Joseon
The Scandal tayang di Netflix 18 Sept 2026; romansa berbahaya berlatar Joseon dengan Son Ye-jin, Ji Chang-wo...