Pemeran "Juminten Edan" Berlatih Bahasa Isyarat dan Adegan Laga
Pemeran film "Juminten Edan" mengikuti serangkaian workshop mulai dari bahasa isyarat hingga latihan adegan laga sebagai persiapan sebelum syuting. Konferensi pers digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, dan pemeran utama menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam memerankan karakter tuna wicara.
Persiapan bahasa isyarat
Pemeran utama, Meisya Amira, mempelajari bahasa isyarat untuk memerankan karakter Juminten yang tuna wicara. Latihan intens dilakukan bersama pelatih tuna rungu selama dua minggu penuh.
Meisya mengatakan ia juga rutin mengulang gerakan sebelum setiap adegan, agar komunikasi nonverbal terlihat natural di layar.
"Menurutku sangat sulit dan challenging banget karena aku belum pernah belajar sebelumnya. Dengan adanya proses, semua berjalan dengan lancar."
Latihan adegan laga
Selain pendalaman karakter, Meisya mengikuti workshop adegan laga selama lima hari. Latihan ini disiapkan untuk beberapa adegan fisik yang menuntut teknik aman dan tepat.
Awalnya ia mengaku kaku karena tidak memiliki basic fighting, namun berkat latihan intens, seluruh adegan dapat dieksekusi dengan baik.
"Awalnya kaku banget karena gak punya basic fighting. Tapi karena terus latihan, akhirnya semua bisa tereksekusi dengan baik."
Lokasi syuting dan suasana cerita
Para pemeran juga mendapat keuntungan dari pilihan lokasi syuting. Dimas Aditya, pemeran Manto, menyebut lokasi yang digunakan adalah tempat asli yang jarang dipakai produksi film.
Menurut Dimas, kondisi lapangan membantu pemain membangun suasana dan rasa sebagai warga kampung yang diangkat film.
"Semua lokasinya memang real dan sulit dijangkau. Set-set yang dipilih sangat membantu kami mendapatkan feel sebagai warga kampung."
Pendampingan produksi dan keamanan adegan
Tim produksi mendampingi seluruh rangkaian latihan, termasuk pelatihan bahasa isyarat dan koreografi laga. Pendampingan ini dilakukan agar setiap adegan berjalan aman dan maksimal.
Dengan pembinaan intensif, para pemeran bisa menggabungkan aspek teknis dan emosional dalam setiap adegan tanpa mengorbankan keselamatan.
Persiapan matang ini diharapkan mendukung realisme cerita saat proses syuting berlangsung, serta memberikan pengalaman akting yang baru bagi para pemeran.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
No Na Rilis 'Star', Angkat Identitas Indonesia lewat Island Pop
No Na merilis 'Star' pada 18 Sep 2026, memadukan pop modern, referensi gamelan, dan nuansa tropis sebagai pe...
Film Horor Indonesia Meluncur di IHFFM 2026, Tayang di Melbourne
IHFFM 2026 diumumkan di Jakarta; festival memutar film horor bertema mitologi Indonesia di The Capitol, Melb...
Rekomendasi Film Adaptasi Gim, Termasuk Resident Evil (2026)
Tujuh rekomendasi film adaptasi gim untuk ditonton, termasuk Resident Evil yang tayang di Indonesia 16 Septe...
Produser Janji Bangun Rumah Singgah Jika Film Istimewa Capai 1 Juta
Produser film Istimewa berjanji membangun Rumah Singgah di tiap provinsi jika film mencapai satu juta penont...
Netflix Produksi Narnia: The Magician’s Nephew, Rilis Feb 2027
Netflix produksi film Narnia karya C. S. Lewis, sutradara Greta Gerwig; rilis bioskop 12 Feb 2027 dan tayang...
The Scandal Tayang di Netflix: Romansa Berbahaya di Era Joseon
The Scandal tayang di Netflix 18 Sept 2026; romansa berbahaya berlatar Joseon dengan Son Ye-jin, Ji Chang-wo...