Penggemar BTS Laporkan Penipuan Tiket di Surabaya, Kerugian Rp2 Miliar
Surabaya — Puluhan penggemar BTS melaporkan pemilik agen perjalanan dan pendiri komunitas ARMY Surabaya ke polisi pada awal pekan ini. Mereka menuduh Kurnia Yulianti, pemilik CV Uniality Tour and Travel dan pendiri Surabaya ARMY 21, gagal mengirimkan tiket konser dan paket perjalanan luar negeri yang sudah dibayar, menimbulkan kerugian lebih dari Rp 2 miliar (sekitar $111.000).
Kronologi dugaan penipuan
Kasus bermula dari layanan pembelian tiket untuk konser BTS WORLD TOUR "ARIRANG" yang dijadwalkan tampil di Jakarta pada 26, 27, dan 29 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Fans menyatakan mereka membayar antara Rp 2,1 juta hingga Rp 5 juta per tiket untuk kategori Platinum hingga VIP.
Menurut pengadu, tim penyelenggara hanya berhasil mendapatkan 15 tiket saat penjualan resmi pada 9 dan 11 Juni. Sisanya tidak mendapatkan tiket maupun pengembalian dana penuh, sehingga memunculkan konflik massal antara pelanggan dan penyelenggara.
Kerugian finansial dan klaim korban
Para korban menyebut kerugian dari tiket konser mencapai ratusan juta rupiah per kelompok. Beberapa individu mengklaim kehilangan hingga Rp 500 juta. Selain itu, ada dugaan kerugian sekitar Rp 1,7 miliar terkait pembatalan paket perjalanan ke luar negeri.
"Orang-orang percaya kepada Kurnia karena dia memimpin salah satu komunitas penggemar BTS terbesar di Surabaya. Itulah sebabnya banyak dari kami menggunakan jasa pembelian tiket dan paket perjalanannya," kata korban Sarah Nila.
Insiden pembatalan tur Bangkok
Salah satu sengketa terbesar terkait paket tur ke Bangkok yang dijadwalkan pada 19 Juni. Seorang penggemar, Riri, mengatakan peserta sudah tiba di bandara ketika diberitahu perjalanan dibatalkan. Penyelenggara kemudian diduga mengakui dana tidak lagi tersedia, sehingga memicu tuntutan pengembalian uang dari peserta.
Tindakan hukum dan jangkauan korban
Para pengadu berkumpul di kantor agen perjalanan di Surabaya sebelum melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Mereka menyatakan korban tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari Sidoarjo, Papua, bahkan Jepang.
Kasus kini dalam proses pelaporan polisi, dan para korban berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti untuk mendapatkan kejelasan serta pengembalian dana.
Konteks tur dan potensi dampak
BTS, yang juga dikenal sebagai Bangtan Boys, tengah menggelar ARIRANG World Tour yang dimulai April lalu. Tur ini mencakup lebih dari 88 penampilan di 34 kota di 23 negara, termasuk Jakarta sebagai salah satu destinasi pada akhir tahun ini. Kasus penipuan semacam ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar mengenai praktik pihak ketiga dalam penjualan tiket dan paket perjalanan.
Para korban berharap proses hukum berjalan transparan dan menjadi peringatan bagi komunitas penggemar agar lebih berhati-hati memilih jasa pembelian tiket dan paket perjalanan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Lebih dari 50% Tiket Konser Ye di Jakarta Dibeli Fans Asing
Lebih dari 52% tiket konser Ye di Jakarta ludes dibeli fans luar negeri dalam 24 jam pertama; potensi dorong...
Doulos Hope Tiba di Jakarta: Pameran Buku Terapung Sebulan
Kapal pameran Doulos Hope singgah di Jakarta 16 Sept–11 Okt 2026 dengan lebih dari 2.000 judul; tiket Rp15.0...
Indonesia Dorong Penyebaran Investasi Pariwisata di Luar Jakarta–Bali
Pemerintah mendorong penyebaran investasi pariwisata dari Jakarta dan Bali ke 13 destinasi prioritas dan 10...
Kolintang Minahasa Bawa Diplomasi Budaya Indonesia ke UNESCO Paris
Kolintang Rhythm of Minahasa tampil di UNESCO Paris (27 Sept-3 Okt 2026) untuk misi diplomasi budaya dan mem...
Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Galeri Nasional Jakarta
Menbud Fadli Zon mengumumkan Galeri Nasional Jakarta akan direvitalisasi setelah pameran Nasirun pada 12 Sep...
Hari Programmer Sedunia: Sejarah dan Makna 13 September
Hari Programmer diperingati tiap 13 September karena hari ke-256 merepresentasikan satu byte, simbol penting...