Kemendag Perkuat Daya Saing Kopi Indonesia di Pasar Jepang
Kementerian Perdagangan memperkuat daya saing kopi Indonesia untuk menembus pasar Jepang lewat peningkatan mutu, kapasitas UMKM, dan layanan dukungan ekspor, kata pejabat di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Webinar dan fokus mutu untuk pasar Jepang
Kemendag menggelar webinar bertajuk Coffee Beyond Borders untuk membantu UMKM kopi memahami standar dan persyaratan teknis pasar Jepang. Kegiatan ini menekankan pentingnya mutu, keamanan pangan, pelabelan, dan ketertelusuran produk kopi.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang, menyatakan Jepang merupakan pasar yang sangat potensial, namun memasuki pasar itu memerlukan lebih dari sekadar cita rasa.
"Jepang merupakan pasar yang sangat potensial, namun, untuk memasuki pasar tersebut, cita rasa saja tidak cukup. Produk kopi Indonesia harus memenuhi standar mutu, keamanan pangan, ketertelusuran, pelabelan, konsistensi kualitas,"
- Moga Simatupang
Data ekspor dan peluang pertumbuhan
Kemendag mencatat nilai ekspor kopi Indonesia meningkat sepanjang 2023 hingga 2025 menjadi 2,51 miliar dolar AS. Meski demikian, realisasi ekspor ke Jepang pada 2025 tercatat relatif kecil, yaitu 67,37 juta dolar AS atau sekitar 2,6 persen dari total.
Kondisi ini, menurut Moga, menunjukkan adanya peluang besar untuk meningkatkan pangsa pasar Jepang, terutama dengan memanfaatkan keanekaragaman kopi Nusantara.
Keunggulan varietas dan syarat teknis
Keberagaman kopi Indonesia — seperti Gayo, Mandailing, dan Java Preanger — menjadi modal untuk menghadapi tren specialty coffee di Jepang. Namun keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh mutu biji.
Moga menekankan pemenuhan regulasi teknis negara tujuan, standar mutu internasional, sistem jaminan mutu, dan konsistensi pasokan sebagai faktor penentu.
Strategi pelaku usaha dan peran mitra
Ketua Departemen Specialty dan Industri BPP AEKI, Moelyono Soesilo, menyebut ada tiga kunci untuk memasuki pasar Jepang: menjaga kualitas, menjaga konsistensi, dan mempertahankan kepercayaan pembeli.
- Menjaga kualitas produk secara konsisten.
- Mempertahankan komitmen mutu dari hulu ke hilir.
- Membangun dan mempertahankan kepercayaan pembeli untuk kemitraan jangka panjang.
Layanan pendukung ekspor: Portal LAMANSITU
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga melalui Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu memperkuat layanan pendukung ekspor lewat Portal LAMANSITU. Portal ini menyediakan informasi standar, regulasi teknis, persyaratan mutu, serta hambatan perdagangan di berbagai negara tujuan.
Dengan sinergi kebijakan, peningkatan kapasitas UMKM, dan layanan informasi teknis, Pemerintah berharap ekspor kopi ke Jepang dapat meningkat. Ke depan, fokus pada kualitas, ketertelusuran, dan kepatuhan regulasi akan menjadi penentu untuk memperluas akses pasar Jepang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Naik ke 6.024 pada Jeda Siang, Sentimen The Fed Mendukung
IHSG menguat 0,37% ke 6.024,35 pada jeda siang 16 Juli 2026; sentimen The Fed dan data PPI AS mendukung opti...
Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Kemasan lewat Standardisasi
Kemenperin genjot standardisasi dan sertifikasi untuk tingkatkan mutu, akses pasar, dan persiapan Wajib Hala...
Kemendag: Kenaikan Bea Masuk Saudi Buka Peluang bagi Produk Indonesia
Kemendag: meski Arab Saudi menaikkan bea masuk sejak 26 Juni 2026, produk Indonesia masih berpeluang menembu...
Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Turun Rp5.000/gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 16 Juli 2026, menurut data Sahabat Pega...
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Tetap Sulit di Bawah Rp18.000
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp18.071 per dolar AS pada 16 Juli 2026, masih sulit menembus level di bawah...
IHSG Menguat ke 6.056,74 pada Pembukaan 16 Juli 2026
IHSG menguat ke 6.056,74 pada pembukaan 16 Juli 2026, didorong teknikal dan meredanya kekhawatiran terhadap...