Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Kemasan lewat Standardisasi
Kementerian Perindustrian meningkatkan daya saing industri kemasan nasional melalui standardisasi dan sertifikasi untuk memperbaiki kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok global. Pernyataan itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, saat mendorong inovasi produk dan teknologi disertai kepatuhan terhadap standar mutu bersertifikat.
Upaya standardisasi dan sertifikasi
Menteri Agus menekankan penguatan daya saing harus menyeluruh. Ia mengatakan industri kemasan kini tidak hanya soal estetika atau perlindungan produk, melainkan juga soal mutu, keamanan, dan kepatuhan regulasi.
"Langkah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan memperluas akses perdagangan. Langkah tersebut juga memperkuat posisi industri nasional dalam rantai pasok global," ujar Agus.
Webinar dan kolaborasi antarlembaga
Sebagai bagian implementasi kebijakan, BBSPJIKFK Kementerian Perindustrian menyelenggarakan webinar bertajuk Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Kemasan. Acara menghadirkan narasumber dari BPJPH dan BBSPJIKFK untuk memperkuat pemahaman pelaku industri tentang pentingnya sertifikasi produk dan halal.
Peran balai dan layanan teknis
Kepala BSKJI Emmy Suryandari mengatakan standardisasi dan sertifikasi merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing. BSKJI didukung 24 balai yang menyediakan layanan teknis bagi industri.
- Pengujian
- Sertifikasi
- Kalibrasi
- Inspeksi
- Pendampingan teknis industri
"Penerapan standar dan sertifikasi memenuhi regulasi, sekaligus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas, keamanan, efisiensi, dan kepercayaan pasar," kata Emmy.
Persiapan kebijakan wajib halal
Deputi Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd. Syakur, menyatakan pemerintah mempersiapkan implementasi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026. Ia menjelaskan produk kemasan wajib bersertifikat halal jika berasal dari unsur hewani atau digunakan langsung untuk produk tertentu.
Data dan tantangan sertifikasi
BPJPH dan BPS mencatat kesenjangan sertifikasi yang signifikan. Berdasarkan Sakernas BPS Agustus 2024, ada sekitar 6,11 juta pelaku usaha penyedia akomodasi makanan dan minuman. Sementara data BPJPH menunjukkan baru sekitar 1,57 juta pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat halal.
Syakur menilai Indonesia berpeluang menjadi pemain utama industri halal dunia karena pasar domestik yang besar. Namun, peningkatan kontribusi ekspor halal masih memerlukan upaya bersama.
Dukungan layanan sertifikasi BBSPJIKFK
Kepala BBSPJIKFK Siti Rohmah Siregar menyatakan pihaknya mendukung implementasi kebijakan wajib halal melalui layanan sertifikasi terintegrasi. LPH BBSPJIKFK berstatus Utama, sehingga dapat memberikan pemeriksaan halal hingga tingkat mancanegara.
- Sertifikasi Industri Hijau
- Sertifikasi Produk
- Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 terakreditasi KAN
"Kami siap mendukung peningkatan kualitas, kepatuhan terhadap standar, serta daya saing industri kemasan," ujar Siti.
Seiring persiapan kebijakan halal dan penguatan layanan sertifikasi, Kementerian Perindustrian berharap industri kemasan nasional mampu bersaing di pasar domestik dan global dengan standar internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...