DPR: Anggaran Kementerian UMKM Harus Tepat Sasaran
Komisi VII DPR meminta anggaran Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 2025 benar-benar tepat sasaran agar berdampak langsung pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Kerja pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Realisasi anggaran dan penilaian DPR
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, mengapresiasi pengelolaan anggaran Kementerian UMKM yang mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurut Rahayu, capaian itu penting, namun yang lebih krusial adalah dampak riil kepada pelaku usaha.
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan tidak mudah. Harapannya, ke depan tidak hanya realisasi anggaran yang terus meningkat, tetapi setiap anggaran benar-benar memberikan dampak untuk pemberdayaan UMKM,"
Pernyataan itu disampaikan oleh Rahayu pada Rabu, 15 Juli 2026, saat membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2025. Komisi VII menekankan evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program.
Angka kunci realisasi 2025
Menteri UMKM Maman Abdurrahman melaporkan realisasi anggaran Kementerian pada 2025 mencapai Rp425,65 miliar atau 97,36 persen dari pagu Rp437,21 miliar. Pencapaian tersebut menempatkan kementerian di peringkat ke-16 dari 45 kementerian berdasarkan tingkat penyerapan anggaran.
| Item | Angka |
|---|---|
| Pagu 2025 | Rp437,21 miliar |
| Realisasi | Rp425,65 miliar (97,36%) |
| Peringkat penyerapan | 16 dari 45 kementerian |
| Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersalurkan | Rp270 triliun |
| Jumlah debitur KUR | 2,75 juta orang |
| KUR ke sektor produktif | Rp163,9 triliun |
| Inkubator bisnis | 753 unit |
| Startup binaan | 8.661 usaha |
| Pelaku UMKM di Program MBG | 57.600 pemasok |
| Target wirausaha baru | 10 juta pada 2029 |
Capaian program dan dampak
Kementerian melaporkan beberapa capaian yang mencerminkan efektivitas anggaran. Selain penyaluran KUR, pemerintah memfokuskan pada legalitas usaha, sertifikasi, dan pembinaan kewirausahaan.
Program inkubator dikembangkan untuk mempercepat pertumbuhan usaha rintisan. Hingga akhir 2025 tercatat 753 inkubator yang membina 8.661 startup.
Rencana pengembangan pasar dan ekspor
Maman Abdurrahman menyatakan kementerian terus membuka akses pasar bagi UMKM, termasuk melalui program Pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan 57.600 pelaku sebagai pemasok.
"Kami juga akan memperkuat akses ekspor. Serta mengembangkan Holding UMKM di sektor kuliner, pertanian dan perkebunan, beauty and wellness, serta olahraga,"
Maman menekankan strategi itu ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar ekspor bagi UMKM.
Komisi VII meminta agar pengawasan dan evaluasi dilanjutkan, sehingga setiap alokasi anggaran tidak hanya tercatat dalam laporan, tetapi juga tercermin dalam peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pelaku UMKM. Ke depan, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif akan menjadi kunci untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...